spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANMeski Bersifat Pilihan, SMA di Lombok Ini Wajibkan Siswanya Ikut TKA

Meski Bersifat Pilihan, SMA di Lombok Ini Wajibkan Siswanya Ikut TKA

Mataram (Suara NTB) – Tes Kemampuan Akademik atau TKA jenjang SMA akan dilaksanakan pada bulan November 2025. Siswa tidak wajib mengikuti TKA, karena bersifat pilihan. Meski demikian, SMAN 1 Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan mewajibkan siswanya mengikuti TKA.

Kepala SMAN 1 Kayangan, Moch. Fatkoer Rohman, S.Pd., M.Pd., pada Selasa, 29 Juli 2025 mengatakan, ia mewajibkan semua siswa kelas XII mengikuti TKA. “Jadi semua nanti saya daftarkan di sistem. Masalah nanti ada anak yang gak mau ikut tidak saya paksa. Berarti memang tidak ingin melanjutkan kuliah. Yang penting saya sudah memfasilitasi,” ujar Fatkoer.

TKA ini adalah salah satu instrumen untuk menilai kualitas pendidikan secara umum. TKA diperuntukkan khusus bagi kelas XII. Pemerintah tidak mewajibkan karena TKA ini tidak sama seperti ujian nasional dulu yang menjadi syarat kelulusan siswa.

Hasil TKA ini akan menjadi salah satu pertimbangan kelulusan dalam seleksi calon mahasiswa baru nantinya. Fatkoer juga sangat setuju TKA sebagai bahan pertimbangan seleksi masuk PTN. Jika rencana itu benar dilaksanakan, maka rapor yang sebelumnya digunakan untuk pertimbangan masuk PTN kemungkinan akan diganti dengan TKA.

Ia juga menyampaikan, nilai TKA memiliki banyak fungsinya. “Siapa tahu anak mau daftar ke tentara atau polisi mungkin dibutuhkan. Bisa jadi anak-anak semula gak kuliah atau gak daftar apa-apa, terus berubah pikiran. Maka perlu saya siapkan (dengan mewajibkan mereka ikut TKA),” jelas Fatkoer.

Sebelumnya, Sub Koordinator Kurikulum Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Purni Susanto, mengatakan, TKA ini adalah salah satu instrumen untuk menilai kualitas pendidikan secara umum. Bagi siswa yang akan melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi Negeri (PTN), tentu sangat dianjurkan untuk mengikutinya. Apalagi, kata Purni, hasil TKA ini akan menjadi salah satu pertimbangan kelulusan dalam seleksi calon mahasiswa baru nantinya.

Di samping itu, dalam beberapa tahun terakhir ini Dinas Dikbud NTB terus melakukan tracer study, untuk melacak seberapa banyak alumni SMA yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Sekolah kita minta melakukan pendataan sekaligus mendorong anak-anak untuk terus menimba ilmu. Walaupun hasilnya belum signifikan, minimal upaya ini dapat meningkatkan upaya sekolah untuk melakukan pendampingan terutama bagi siswa yang berniat melanjutkan pendidikan,” jelas Purni. (ron)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO