Mataram (Suara NTB) – Peraih medali emas nomor Game of Skate pada Induk Organisasi Olahraga (Inorga) Skateboard pada event Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII NTB Muhammad Rangga bangga dengan prestasi yang diraih Fornas.
Muhammad Rangga berhasil mengungguli pegiat asal DKI Jakarta yang meraih perak dan Sumatera Barat meraih perunggu.
Sebagai pegiat skateboard yang tidak memiliki venue di daerah asalnya di Kabupaten Bireuen, Nangroe Aceh Darussalam, alumni LIPI Banda Aceh ini harus rela merantau ke Banda Aceh dari Bireuen hanya untuk menyalurkan hobinya di skateboard. Untuk itu, keberhasilannya membela Aceh di sejumlah event nasional mesti menjadi perhatian dari Pemkab Bireuen untuk membangun sarana dan prasarana Skateboard.
‘’Kami harap pemerintah daerah membangun tempat latihan skateboard di daerah kami. Kami harus latihan jauh ke Banda (Banda Aceh, red),’’ ujarnya pada Suara NTB, Kamis, 31 Juli 2025.
Pada bagian lain, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan Fornas VIII 2025 di NTB. Diakuinya, sejak mulai keberangkatan dari Aceh, hingga tiba di bandara, kemudian menuju hotel, termasuk tempat pertandingan, membuatnya terkesan.
Tidak hanya itu, sebelum kembali ke Aceh, dirinya bersama rombongan akan mengunjungi objek wisata yang ada di Pulau Lombok. Salah satunya, Pantai Kuta Mandalika dan juga Sirkuit Mandalika serta objek wisata lainnya.
Begitu juga untuk kuliner, NTB banyak yang khas dan cukup enak dinikmati, seperti pelecing kangkung, soto, ayam Taliwang dan lainnya.
Sebanyak 22 provinsi mengutus kontingennya, berlaga di 16 nomor yang diperlombakan di bawah naungan Komunitas Indonesia Skateboard (KIS).
Ketua Umum KIS Pusat, Anthony Adam Cahya, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang inklusif bagi komunitas skateboard nasional untuk menyalurkan energi positif melalui olahraga rekreasi. Menurutnya, skateboard bukan sekadar olahraga ekstrem, tapi juga sarana ekspresi, kreativitas, dan membangun kebersamaan lintas generasi.
Paa dua nomor terakhir yang digelar, yakni Open Street dan Beginner Street, menutup rangkaian kompetisi yang berlangsung sejak awal pekan kemarin. Dalam kategori Game of Skate, kontingen dari Aceh, DKI Jakarta, dan Sumatera Barat berhasil menduduki podium juara.
Format permainan tersebut menguji kemampuan peserta dalam meniru trik skateboard lawan, di mana setiap kegagalan menambahkan huruf hingga membentuk kata “SKATE”.
Total 16 kategori dipertandingkan, mencakup teknik dasar hingga aksi ekstrem seperti Street Skateboarding, Park & Bowl Skateboarding, Vert & Mini Ramp, Best Trick Series, High & Long Ollie, Manual Race & Flat Ground dan Open Park Women. (ham)



