Mataram (Suara NTB) – Universitas Bumigora (UBG) memperkenalkan karya alumni terbaiknya yakni Bumigora Shop beberapa waktu lalu. Aplikasi toko online yang dirancang para alumni UBG tersebut, kini sudah menampung 300-an Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.
Ketua Bumigora Shop, Juliana Palit mengatakan, penamaan aplikasi yang ia rancang dengan teman-temannya disesuaikan berdasarkan nama kampus tempat Bumigora Shop lahir, yakni Universitas Bumigora.
Juliana awalnya tak menyangka, aplikasi yang lahir dari buah tangan dirinya dan rekan-rekan sesama alumni UBG itu akan mendapat tanggapan positif dari kampus dan masyarakat.
“Ternyata direspon baik oleh masyarakat. Jadi kita terus jalan. Pimpinan kami juga berkomitmen sampai detik ini kami tanpa biaya apapun,” ujarnya.
Aplikasi yang dirintis sejak 2022 itu, kini berubah menjadi buah karya yang membanggakan serta menjanjikan. Tidak hanya bagi UBG sendiri, tapi bagi NTB secara umum. Sebab, selain menampilkan produk-produk khas lokal, Bumigora Shop juga getol mempromosikan pariwisata NTB lewat aplikasinya.
Saat ini, Bumigora Shop sudah merangkul sekitar 300 lebih UMKM yang ada di NTB dengan beragam produk yang tersedia. Meski demikian, Juliana tak dapat memungkiri jumlah UMKM yang tergabung di Bumigora Shop bersifat fluktuatif.
“Kalau UMKM itu siklus alam. Awal-awal itu 80. Naik 100-an. Tapi memang siklus alam. Kadang orang ada yang tidak komitmen atau konsisten (menjalankan usahanya),” ungkapnya.
Kehadiran Bumigora Shop merupakan angin segar bagi pelaku usaha di NTB. Selain menawarkan tempat strategis bagi UMKM, Bumigora Shop juga tidak memberlakukan tarif sepersen pun kepada pelaku usaha yang ingin menitipkan produknya.
“Kami juga berkomitmen sampai detik ini tanpa biaya apapun. Jadi kita welcome ke siapa saja. Baik itu masyarakat umum yang membutuhkan, kami siap. Bahkan kalau misalnya kurang mengerti teknologi atau gaptek, kami siap untuk membantu. Tidak punya foto produk kami fotokan, tidak bisa buka akun kami bukakan,” terangnya.
Bumigora Shop saat ini sudah menampung sekitar 500-an produk UMKM lokal mulai dari produk makanan, pakaian, hingga kerajinan tangan.
Sebagai bentuk komitmennya, Juliana bersama tim akan terus mengembangkan Bumigora Shop sebagai platform yang mendukung produk-produk lokal. “Pengembangannya paling nanti dari sistem syarat dan ketentuan. Kami juga sering memberi kuesioner kepada para pengguna kami, bagaimana experience mereka dalam menggunakan platform kami, apakah kesulitan atau mudah. Itu juga jadi kritik dan saran masukan untuk kami, development ke depan bagaimana,” tutur Juliana.
Ia berharap, Bumigora Shop terus konsisten membantu perekonomian khususnya Mataram dan sekitarnya. Dengan keberadaan Bumigora Shop masyarakat yang kesulitan untuk menjual produknya secara online dapat terbantu.
“Dengan adanya kami dengan gratis. Kami bantu mulai dari foto produk, buka akun, sampai pengiriman. Jadi kami tinggal hubungi mereka. Mereka tinggal packing dengan rapi. Kurirnya langsung jemput tanpa dia datang ke tempat ekspedisi,” pungkasnya. (sib)


