Selasa, Maret 10, 2026

BerandaNTBFornas VIII NTB, Bukan Sekadar Medali dan Perputaran Ekonomi, Tapi Pembelajaran bagi...

Fornas VIII NTB, Bukan Sekadar Medali dan Perputaran Ekonomi, Tapi Pembelajaran bagi EO Lokal

Mataram (Suara NTB) – Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII 2025 NTB akan ditutup Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, Jumat, 1 Agustus 2025 malam di eks Bandara Selaparang. Pelaksanaan pertandingan seluruh Induk Organisasi Olahraga (Inorga) berjalan sesuai dengan yang dijadwalkan. Meski ada kekurangan kecil tidak mengurangi pelaksanaan pertandingan sesuai jadwal di venue yang ditetapkan.

Bagi Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, kesuksesan penyelenggaraan Fornas VIII bukan sekadar tentang perolehan medali atau perputaran ekonomi. Namun, event Fornas ini menjadi sebuah proses pembelajaran luar biasa dan panggung bagi para pelaku event organizer (EO) lokal untuk “naik kelas” dan meningkatkan rasa percaya diri dalam menyelenggarakan acara berskala nasional.

“Harapan kita buat banyak pelaku event lokal, ini adalah cara mereka naik kelas dan meningkatkan rasa percaya diri. Setidaknya kita pernah menyelenggarakan multi-event kelas nasional,” ujarnya saat jumpa pers di Bank NTB Syariah, Kamis, 31 Juli 2025 malam. Hadir juga pada acara ini, Wagub NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Penjabat Sekda NTB H. Lalu Moh. Faozal dan pejabat Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).

Fornas kali ini dilaksanakan di lima kabupaten/kota di Pulau Lombok plus Sumbawa dan Bima, menunjukkan kemampuan NTB dalam mengelola acara yang terdesentralisasi.
Sementara Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, menekankan pentingnya sinergi dalam mencapai kesuksesan ini. “Sehebat apapun panitia pelaksana, tanpa ada dukungan sinergi dari seluruh pihak tidak akan bisa terwujud,” katanya.

Ia juga secara khusus mengapresiasi peran media, baik lokal maupun nasional, yang telah membantu menyebarkan informasi dan menunjukkan kesiapan NTB di mata publik.
Puncak dari pengakuan atas kualitas sumber daya manusia lokal terlihat dari berita membanggakan yang disampaikan Gubernur. “Kebanggaan kami juga adalah penari kolosal di pembukaan diundang ke Istana Presiden pada saat peringatan HUT RI nanti,” ungkapnya.

Ini menjadi bukti bahwa karya anak-anak NTB memiliki kualitas yang diakui secara nasional.

Pada bag lain, Pj. Sekda NTB, H. Lalu Moh. Faozal, menegaskan jika tidak ada yang sempurna. “Dalam pelaksanaannya memang tidak ada yang sempurna. Tapi catatan ini bisa kita jadikan bahan evaluasi agar kegiatan lain di depan bisa lebih baik,” tuturnya.

Ini menunjukkan sikap profesional dan keseriusan NTB dalam menjadikan setiap event sebagai ajang untuk terus berbenah.

Diakuinya, Fornas VIII NTB ini merupakan “kerja keras dengan waktu yang sempit,” seperti yang disampaikan Gubernur Iqbal, namun berkat dukungan dari semua pihak, acara ini mampu menjadi fondasi yang kokoh. Pengalaman ini tidak hanya akan meningkatkan kapasitas NTB sebagai tuan rumah event berskala nasional, tetapi juga membekali para pelaku event lokal dengan pengalaman tak ternilai yang akan sangat berguna di masa mendatang. (ham)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO