Selasa, Maret 10, 2026

BerandaNTBLOMBOK BARATKesadaran Masyarakat Lobar Periksa Kesehatan Gratis Masih Rendah, DPR RI Gencar Turun...

Kesadaran Masyarakat Lobar Periksa Kesehatan Gratis Masih Rendah, DPR RI Gencar Turun Sosialisasi

Giri Menang (suarantb.com) – Kesadaran masyarakat Lombok Barat atau Lobar untuk memeriksa kesehatan secara gratis masih rendah. Baru dua persen atau sekitar 16 ribu warga yang mengikuti program ini dari total jumlah penduduk.

Untuk meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya gerakan hidup sehat dan memeriksa kesehatannya, Anggota Komisi IX DPR RI H. Muazzim Akbar pun gencar turun sosialisasi.  Ia mengajak masyarakat guna mensukseskan Astacita program Presiden Prabowo Subianto ini.

Pada Kamis (31/7/2025), politisi PAN itu memberikan sosialisasi kepada ratusan warga, Aparatur desa, kecamatan hingga Pemkab. Hadir Anggota DPRD Lobar Dapil Narmada-Lingsar H. Ahmad Zainuri, Plt Kadikes Zulkifli, Camat Narmada, para kades dan lainnya. Sosialisasi melibatkan OPD dan Kemenkes serta Pihak terkait lainnya.

Anggota DPR RI dapil Nusa Tenggara Barat 2 itu menyampaikan bahwa sosialisasi di Narmada Lobar ini merupakan titik kedelapan untuk mengajak gerakan masyarakat hidup sehat.

“Kami laksanakan sosialisasi ini untuk memberikan edukasi kaitan dengan pemeriksaan kesehatan gratis,” terangnya.

Masyarakat Harus Sadar Pentingnya Hidup Sehat

Ia mengajak masyarakat sedini mungkin sadar arti pentingnya hidup sehat. Sebab sehat itu paling mahal.

Melihat tradisi masyarakat, kalau tidak sakit mereka tidak mau memeriksa kesehatannya. Padahal ada jenis penyakit itu menular dan tidak menular. Seperti struk, ginjal, jantung, dan lainnya. Penyakit tidak menular ini bisa diantisipasi dari jauh sebelumnya dengan pemeriksaan kesehatan.

“Karena itu kami ajak warga mari periksa kesehatan secara gratis, datang ke puskesmas, rumah sakit kita siapkan pemeriksaan kesehatan gratis,” ajaknya.

Masyarakat perlu melakukan langkah antisipasi ini. Sebab dari hasil survei 73 persen warga Indonesia ini meninggal karena penyakit tidak menular tersebut.

“Nah ini yang kita antisipasi sekarang, kalau memang dasar pentingnya kesehatan itu dari sekarang (periksa kesehatan gratis). Ini perlu kesadaran kita bersama,” imbuhnya.

Kalau melihat dari antusiasme warga ikut dalam sosialisasi, yang sangat tinggi. Ia berharap dari sosialisasi ini bisa meningkatkan kesadaran warga. Di tempat acara juga disiapkan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta.

Lebih jauh ia mengatakan, program Astacita program Presiden salah satu prioritasnya selain MBG, pemeriksaan kesehatan gratis ini juga prioritas. Setelah pihaknya gencar turun sosialisasi, tadinya jumlah warga yang mengikuti program ini kurang dari 1 persen meningkat menjadi 2 persen lebih. “Artinya ada peningkatan, artisnya kesadaran warga mulai tumbuh,” imbuhnya.

Sesuai harapannya dengan pihak Dikes Lobar, tahun ini minimal 35-40 persen warga Lobar bisa memeriksa kesehatan gratis.

Kesadaran Periksa Kesehatan Gratis Masih Rendah

Plt Kadikes Lobar, Zulkifli mengakui kesadaran warga memeriksa kesehatan gratis ini masih rendah. Hal ini terlihat dari jumlah warga yang mengikuti program ini mencapai 1 persen lebih.

Dalam tempo dua minggu, puskesmas melakukan upaya percepatan sehingga jumlah ini bisa meningkat hingga 2 persen lebih. “Sekitar 16 ribu warga yang sudah memeriksa kesehatan gratis, dari yang mendaftar 17 ribu,” jelasnya.

Belum signifikannya warga yang memeriksa kesehatan gratis, karena banyak yang belum paham pentingnya memeriksakan kesehatannya.

Sesuai kebijakan pusat, pelayanan tidak saja menunggu di Puskesmas atau pelayanan ada di dalam gedung. Akan tetapi turun pelayanan ke sekolah, institusi, dan masyarakat.

Pihaknya terus mendorong puskesmas melakukan inovasi untuk percepatan pelayanan program ini. Pihaknya juga meminta kebijakan dari pemerintah, sebab puskesmas yang tidak saja melayani di dalam gedung namun banyak program di Luar Gedung yang perlu dilaksanakan. “Dan itu butuh SDM, sehingga puskesmas sangat membutuhkan SDM,” sambungnya. (her)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO