spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARATTak Diterima SMA, Puluhan Anak di KSB Pilih Tak Lanjut Sekolah

Tak Diterima SMA, Puluhan Anak di KSB Pilih Tak Lanjut Sekolah

Taliwang (Suara NTB) – Karena tak diterima masuk SMA, sekitar 70 anak di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memilih tak melanjutkan studinya. Anak-anak tersebut sebelumnya bersikukuh masuk SMA. Tetapi karena keterbatasan kuota penerimaan siswa pada SMA yang tersedia, mereka tidak dapat diakomodir hingga ditutupnya Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) KSB 2025.

Keberadaan puluhan anak yang memilih putus sekolah karena tak bisa masuk SMA itu pun mendapat perhatian dari kalangan DPRD KSB. Wakil Ketua DPRD KSB, Badaruddin Duri mengaku, pihaknya sudah menerima beberapa laporan sebelumnya. “Iya. Itu yang sedang kami carikan solusinya,” katanya kepada Suara NTB, Kamis, 31 Juli 2025.

Badaruddin mengaku, telah bertemu dengan beberapa anak dan para orang tuanya. Ia mencoba menawarkan agar anak-anak mereka disekolahkan di SMK. Namun hal itu tidak berhasil. “Anak-anaknya itu maunya sekolah SMA saja. Tidak ada pilihan lain,” katanya.

Untuk mencari solusi agar anak-anak itu tidak putus sekolah, Badaruddin menyatakan, kini tinggal satu jalannya. Yakni meminta kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB agar sekolah-sekolah SMA yang ada di KSB menerima anak-anak tersebut. “Makanya besok (hari ini) kami akan bertemu dengan Dinas Dikbud NTB membicarakan nasib anak-anak kita itu,” ujarnya.

Politisi Partai NasDem ini menyebut, kepada Dinas Dikbud NTB pihaknya akan memberikan dua solusi sehingga puluhan anak itu dapat diakomodir pada sekolah SMA yang ada. Pertama menambah rombongan belajar (Rombel) atau kedua memaksimalkan jumlah siswa pada Rombel yang sudah tersedia saat ini.

“Yang paling rasional opsi kedua, memaksimalkan kapasitas Rombel yang tersedia. Karena kalau buat Rombel baru butuh waktu, sementara anak-anak ini harus sudah segera masuk sekolah karena kegiatan pembelajaran sudah berjalan 2 minggu,” tukas Badaruddin seraya berharap ada solusi segera dari Dinas Dikbud NTB pasca pertemuannya esok hari.

“Kami sudah ada komunikasi awal dengan pak Kadis (Dikbud NTB) sehingga mudah-mudahan besok setelah pertemuan langsung ada keputusan dan hari Senin (pekan depan) anak-anak kita sudah masuk sekolah semuanya,” imbuh Duri sapaan akrabnya. (bug)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO