spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaNTB"Mutiara di Lantai Dansa AMDI", Yani Timor dan Tika Puspita Raih Dua...

“Mutiara di Lantai Dansa AMDI”, Yani Timor dan Tika Puspita Raih Dua Penghargaan di Fornas VIII NTB 2025

Mataram, (Suara NTB) – Dua perempuan hebat yang mewakili Provinsi NTB dalam ajang Olahraga Dansa pada kejuaraan Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (Fornas) ke-VIII NTB meraih dua penghargaan. Perempuan tersebut adalah Yani Timor Prajawati dan Tika Puspita Sari.

Timor dan Tika menyabet dua penghargaan pada Induk Organisasi Olahraga (Inorga) Olahraga Dansa pada nomor pertandingan Kontemporer Nusantara.

Panggung kompetisi nomor pertandingan Kontemporer Nusantara dalam ajang Fornas ke-VIII NTB 2025 menjadi saksi kemilau karya seni yang lahir dari kolaborasi dua akademisi seni perempuan itu.

Karya berjudul “Mutiara di Lantai Dansa” berhasil menggugah dewan juri dan penonton, hingga meraih dua penghargaan bergengsi yakni, The Best Koreografi, diraih oleh Yani Timor Prajawati.

Perempuan yang akrab disapa Timor itu merupakan koreografer sekaligus dosen Program studi Pendidikan Seni dan Budaya Keagamaan Hindu di IAIN Gde Pudja Mataram.

Sementara Tika menyabet penghargaan, The Best Music Composition. Tika merupakan komposer musik pengiring dan dosen Karawitan di Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta.

Keduanya tampil mewakili Asosiasi Masyarakat Dansa Indonesia (AMDI) Provinsi NTB melawan 9 Provinsi, pada kompetisi yang digelar di Aula Bir Ali 2, Mataram, tanggal 31 Juli 2025.

Kisah Mutiara: Keindahan yang Terbentuk dari Luka, Karya “Yani Timor Prajawati” mengangkat simbol mutiara—komoditas unggulan Lombok—sebagai metafora keindahan yang terbentuk dari proses panjang dan menyakitkan.

Gerak tari merepresentasikan kerang yang terluka, lalu secara perlahan melapisi lukanya hingga membentuk kilau mutiara. Proses ini menyimbolkan perjuangan, kesabaran, dan keteguhan dalam mencipta keindahan.

“Beautiful is Pain” menjadi semangat karya ini. Mutiara tidak hanya simbol keindahan, tapi juga kekuatan dan ketahanan jiwa,” ujar Yani Timor Prajawati.

Musik yang Menyatu dengan Gerak

Komposisi musik karya Tika Puspita Sari memainkan peran sentral dalam memperkuat narasi gerak. Musiknya menghadirkan lapisan suasana: dari desiran laut, denting waktu, hingga denyut emosi batin.

Unsur tradisi digarap dengan pendekatan kontemporer, menciptakan jalinan bunyi yang menyatu secara utuh dengan struktur koreografi. “Musik ini saya bangun seperti membentuk lapisan-lapisan nacre pada kerang. Perlahan, bertahan, hingga mengilap,” ungkap Tika.

Kolaborasi Lintas Daerah dan Institusi

Kolaborasi antara Yani dan Tika tidak hanya menyatukan gerak dan bunyi, tetapi juga menyatukan dua dunia pendidikan seni: NTB dan Jawa Tengah.

Lewat karya ini, mereka menyuarakan bagaimana seni bisa menjadi ruang lintas batas—antara budaya, wilayah, dan pengalaman perempuan Indonesia. (sib/*)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO