Sumbawa Besar (Suara NTB) – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumbawa, memastikan akan memberikan atensi khusus terkait tiga aset milik pemerintah berupa tanah dan bangunan yang mangkrak dengan kondisi rusak parah.
“Tiga aset tersebut sudah kita inventarisir untuk kita lakukan penanganan lebih lanjut termasuk mencari calon yang ingin memanfaatkan bangunan tersebut,” kata Kepala BPKAD Sumbawa, melalui Kabid pengelolaan barang milik daerah, Kaharuddin, kepada Suara NTB, Jumat, 1 Agustus 2025.
Kahar merincikan, aset pertama yakni bekas kantor pertanian yang berada di kecamatan Utan. Bahkan bangunan tersebut saat ini dalam kondisi rusak berat, bangunan ini juga tengah diusulkan menjadi SPPG untuk program makan bergizi gratis (MBG).
“Sudah kita usulkan untuk lokasi SPPG tinggal kita menunggu proses lebih lanjut dengan harapan aset tersebut bisa segera dimanfaatkan dan memberikan manfaat,” ujarnya.
Aset kedua lanjut Kahar berada di Pesanggrahan, kecamatan Empang yang hingga saat ini tidak kunjung digunakan. Meski demikian, pihaknya tengah intens melakukan komunikasi dengan PT Bank NTB Syariah yang berencana akan memanfaatkan bangunan tersebut sebagai kantor.
“Jadi, kita sudah melakukan pertemuan dengan PT Bank NTB Syariah terkait dengan rencana mereka untuk membangun kantor cabang pembantu di wilayah tersebut dan kami berharap bisa terealisasi, ” jelasnya.
Aset ketiga yakni tanah dan bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nyerinyik di kecamatan Empang yang sampai dengan saat ini tidak kunjung digunakan. Berdasarkan hasil informasi sekolah itu tidak digunakan karena tidak ada lagi murid yang bersekolah di SDN dimaksud.
“Terhadap aset-aset mangkrak tersebut tetap kami upayakan untuk mencari solusi dengan harapan bisa segera dimanfaatkan supaya tidak lagi menjadi bangunan kosong,” tukasnya. (ils)

