Mataram (Suara NTB) – Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Membaca Kritis dan Analitis bagi Siswa SMA di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 200 siswa dari 20 sekolah yang tersebar di dua wilayah tersebut.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, pada Jumat, 1 Agustus 2025 di Aula Wijaya Kusuma BPMP Provinsi NTB untuk sekolah-sekolah di Kota Mataram dan Sabtu, 2 Agustus 2025 di Aula SMAN 1 Gerung untuk sekolah-sekolah dari Kabupaten Lombok Barat.
Dua narasumber dihadirkan dalam kegiatan ini, yaitu Johan Mayudi yang menyampaikan materi tentang membaca analitis dan Ahmad Junaidi yang membawakan topik membaca kritis.
Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Dwi Pratiwi dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar seluruh program yang dijalankan dapat berjalan lancar serta mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
“Kami berharap kegiatan ini dilancarkan dan terus mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari program prioritas Badan Bahasa, yaitu peningkatan kecakapan literasi dengan target 600 siswa di setiap provinsi,” ujar Dwi Pratiwi.
Ia juga menambahkan program seperti ini diharapkan bisa memberikan dampak yang lebih luas. “Kami ingin para peserta mampu mengimbaskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada teman-temannya,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, H. Abdul Aziz dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan literasi sebagai bagian dari indikator utama pembangunan pendidikan. Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 yang menegaskan peran strategis pemerintah daerah dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi NTB atas kontribusinya dalam peningkatan literasi dan menyoroti tantangan literasi di era digital saat ini.
“Di tengah arus perkembangan teknologi, banyak siswa yang menjadi terlalu bergantung pada perangkat digital, sehingga keterampilan dasar seperti membaca perlahan berkurang. Belajar saat muda membentuk pribadi saat tua. Oleh karena itu, membaca, menulis, dan berhitung harus terus dikuatkan,” ujar Abdul Aziz.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya membangun generasi muda NTB yang berpikir kritis, analitis, dan literat terhadap informasi. Dwi menabahkan, pihaknya berharap program-program literasi seperti ini semakin meluas dan berkelanjutan di waktu yang akan datang. (ron)



