spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURWabup Lotim Tekankan Komitmen Penuhi Hak Anak pada Peringatan HAN ke-41

Wabup Lotim Tekankan Komitmen Penuhi Hak Anak pada Peringatan HAN ke-41

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menegaskan kembali komitmen kuatnya dalam memenuhi seluruh hak anak pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 yang digelar di Taman Rinjani Selong, Minggu, 3 Agustus 2025.

Wakil Bupati Lotim, H. Muh. Edwin Hadiwijaya, dalam sambutannya mengajak seluruh orang tua dan pemangku kepentingan untuk konsisten menjalankan komitmen tersebut. Hal ini sejalan dengan tema nasional HAN 2025: “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”.

“Sudah 41 tahun kita memperingati HAN. Komitmen ini harus tetap terjaga. Berikan semua hak anak, rasa aman dan nyaman, perlindungan terbaik, serta kasih sayang sepenuh hati,” tegas Wabup Edwin.

Wakil Bupati Lotim, H. Muhammad Edwin Hadiwijaya saat memberikan sambutan.(Suara NTB/ist)

Wabup Edwin menyoroti beberapa komitmen konkret pemerintah, terutama dalam pencegahan stunting dan pencegahan perkawinan anak. Ia menekankan pentingnya mempersiapkan generasi mendatang sejak dini, termasuk melalui pemberian bantuan tambahan makanan dan program yang lebih masif. “Generasi ke depan disiapkan mulai dari anak. Cegah nikah anak,” ujarnya. Ia juga menekankan perlunya *sinergi dengan komunitas anak* dan menjadikan keinginan anak sebagai catatan besar bagi pemerintah daerah untuk direspons sesuai skala prioritas.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lotim, Ahmat, mengakui bahwa selama ini suara anak mungkin kurang didengarkan. Untuk mengatasi hal itu, telah dibentuk Forum Anak dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.

“Orang tua bicara kadang kurang didengar. Beda ketika teman sebaya yang bicara,” kata Ahmat. Ia mendorong desa menganggarkan kegiatan anak dan memasukkan perencanaan anak dalam Musrenbangdes (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa). Ia juga menyampaikan optimisme Lotim untuk meningkatkan status Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Pratama menjadi Madya pada penilaian tanggal 8 Agustus mendatang, setelah dua tahun berturut-turut meraih Pratama.

Pada momentum HAN ke 41 yang secara lokal mengangkat tema Warna Warni Kreasi Anak Lotim Beraksi, anak-anak juga membacakan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah. Diantaranya, meminta aparat hukum lebih tegas terhadap pelaku kejahatan pada anak dan Disnaker menindak tegas pelaku eksploitasi anak.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) diminta mengedukasi dan menegakkan pencegahan perkawinan anak. DP3AKB diminta memenuhi hak anak terkait edukasi reproduksi di sekolah. Dinas Sosial (Disos) diminta menyediakan rehabilitasi untuk anak dengan kenakalan remaja.

Ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan anak menuntut penyaluran beasiswa bagi anak kurang mampu yang lebih tepat sasaran dan mudah diakses (mengatasi kendala administrasi seperti dukcapil).

Lina Auliasari, selaku Ketua Panitia, menyampaikan harapan bahwa melalui peringatan HAN dan berbagai kegiatannya, anak-anak mampu mengekspresikan perasaan secara sehat, hak-hak mereka terpenuhi, dan mereka dapat tumbuh lebih kreatif. “Bangun kedaulatan orang tua dan pendidik untuk bangun hak anak,” pungkasnya.

Acara yang melibatkan partisipasi aktif anak-anak dan didukung oleh sejumlah NGO (PKBI, LRC, SANTAI, LPSDM) ini menegaskan komitmen bersama mewujudkan Lombok Timur yang lebih layak bagi anak menuju Indonesia Emas 2045. (rus/*)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO