Sumbawa Besar (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), melakukan revisi terhadap Rencana Anggaran Biaya (RAB) dalam penanganan lanjutan jembatan Lito yang rusak pasca diterjang banjir beberapa tahun lalu termasuk rumah masyarakat.
“Usulan kebutuhan anggaran awal kita Rp6,8 miliar, namun setelah dilakukan verifikasi BNPB membengkak dengan estimasi anggaran sekitar Rp40 miliar sehingga perlu revisi RAB,” kata pelaksana BPBD Muhammad Nur Hidayat, kepada Suara NTB, Senin, 4 Agustus 2025.
Ia melanjutkan, didalam revisi design dan RAB itu salah satunya pengecekan tanah untuk memastikan layak atau tidaknya. Hasilnya BNPB menyarankan agar konstruksi pembangunannya menggunakan bor pile (pengecoran tanah dengan kedalaman tertentu), tetapi dinas PU tidak menggunakan bor pile.
“Jadi, di PU kabupaten tidak menggunakan bor pile melainkan sondir atau cone penetration test (CPT) sehingga harus dihitung kembali kebutuhan anggarannya untuk bor pile,” ujarnya.
Ia pun melanjutkan, kebutuhan anggaran sebesar Rp40 miliar itu juga akan tetap disesuaikan dengan kondisi lapangan. Salah satunya harga material yang akan digunakan nantinya mengingat usulan awal Rp6, 8 menyesuaikan dengan kondisi saat kejadian.
“Kita harus sesuaikan dengan kondisi lapangan dan material yang tersedia di lokasi. Revisi RAB kita lakukan untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan saat pelaksanaan nanti,” tukasnya.
Dayat berharap revisi RAB atas jembatan tersebut segera terealisasi dengan estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp40 miliar. Bahkan ketika anggarannya sudah ada penanganan jembatan sepanjang 20 meter tersebut bisa langsung dilakukan.
“Tetap ditangani, misalnya anggarannya masuk tanggal 31 Desember tetap ditangani karena sifatnya rehabilitasi dan rekonstruksi dan itu merupakan kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (ils)



