Mataram (Suara NTB) – Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk jenjang SMA/MA dan SMK sederajat dijadwalkan pada Senin, 4 Agustus 2025 sampai dengan Kamis, 7 Agustus 2025. Sebanyak 11.554 siswa SMA negeri dan swasta tercatat sebagai peserta ANBK utama. Sementara, sebanyak 831 siswa sebagai peserta cadangan.
Sub Koordinator Kurikulum Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Purni Susanto menyampaikan, sampai dengan pelaksanaan hari kedua pada Selasa, 5 Agustus 2025, ANBK berjalan aman, tertib, dan lancar. Namun ada beberapa sekolah yang mengalami beberapa kendala teknis yang relatif minor.
“Hanya satu-dua sekolah yang ada kendala teknis, seperti mati lampu. Ada juga sekolah swasta yang masih harus meminjam laptop dari wali murid atau guru, Atau sekolah yang mengerjakan soal sambil lesehan, barangkali karena tidak ada meja kursi,” ungkap Purni, pada Selasa, 5 Agustus 2025.
Dalam pelaksanaan ANBK ini, setiap sekolah menggelar ANBK selama dua hari. Pada hari pertama, berisi latihan selama 10 menit, literasi membaca selama 90 menit, dan survei karakter dengan durasi waktu selama 30 menit. Pada hari kedua, latihan selama 10 menit, numerasi selama 90 menit, dan survei lingkungan belajar selama 30 menit.
Sebelumnya, Gladi Bersih ANBK SMA sederajat sudah dilakukan pada Senin, 28 Juli 2025 sampai dengan Kamis, 31 Juli 2025. Kemudian sinkronisasi ANBK pada Jumat, 1 Agustus 2025 sampai dengan Minggu, 3 Agustus 2025. Purni mengharapkan gladi bersih tahun 2025 lalu lebih berkualitas, memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa agar mereka memiliki gambaran yang komprehensif terkait hari pelaksanaan ANBK.
Purni juga merincikan, jumlah siswa peserta utama ANBK dari SMA negeri sebanyak 6.524 orang, dengan 3.189 orang laki-laki dan 3.335 orang Perempuan. Sedangkan total peserta utama ANBK dari SMA swasta sebanyak 5.030 orang, dengan 2.614 orang laki-laki dan 2416 perempuan.
Komponen asesmen nasional terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Untuk AKM terdiri dari literasi dan numerasi. Survei karakter terdiri dari enam sub topik yang akan disurvei. Diharapkan dari hasil survei karakter akan keluar sebuah paradigma profil pelajar yang disebut profil pelajar Pancasila. Sementara, survei lingkungan belajar, berupa survei kondisi belajar, metode belajar, dan lainnya.
Hasil asesmen tidak menjadi syarat lulus seperti ujian nasional sebelumnya. Asesmen nasional diperuntukkan untuk pemetaan pendidikan, pemetaan kualitas pembelajaran, dan pemetaan mutu siswa yang tersebar di seluruh Indonesia. Nantinya hasil asesmen nasional akan menjadi salah satu referensi melakukan kebijakan layanan pendidikan di Indonesia pada tahun berikutnya. (ron)


