spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMAntisipasi Abrasi Susulan, Pemkot Mataram Kembali Bangun Tanggul Darurat

Antisipasi Abrasi Susulan, Pemkot Mataram Kembali Bangun Tanggul Darurat

Mataram (Suara NTB) — Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram bergerak cepat mengantisipasi potensi abrasi susulan di wilayah pesisir menjelang akhir tahun. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan kembali membangun tanggul darurat di sejumlah titik rawan.

Langkah ini diambil menyusul cuaca ekstrem yang sempat melanda wilayah pesisir barat Kota Mataram pada awal tahun lalu. Abrasi menyebabkan kerusakan infrastruktur dan mengancam pemukiman warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning,  mengatakan bahwa pembangunan tanggul darurat akan difokuskan pada kawasan yang mengalami abrasi paling parah. Antara lain Lingkungan Bugis dan Pondok Perasi di Kelurahan Bintaro, Tanjung Karang, serta Lingkungan Mapak Indah di Kelurahan Jempong Baru.

“Kami akan kembali memasang tanggul dari material batu bolder sebagai langkah antisipasi menghadapi bencana abrasi pada awal dan akhir tahun,” ujarnya, Rabu (6/8).

Sebelumnya, Pemkot Mataram telah membangun tanggul darurat pada awal tahun. Namun, beberapa bagian telah tertimbun pasir akibat pasang surut air laut. Tanggul darurat yang akan dibangun kali ini tetap menggunakan model yang sama, yakni menyusun batu bolder berukuran besar di sepanjang bibir pantai.

Lale menjelaskan, masing-masing titik akan dibangun tanggul darurat sepanjang 10 meter dengan tinggi sekitar satu meter. Fungsinya adalah untuk memecah gelombang laut dan mengurangi potensi abrasi, sembari menunggu realisasi pembangunan tanggul permanen dari pemerintah pusat.

Pembangunan satu tanggul diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp200 juta. Dengan total tiga titik pembangunan di kawasan pesisir Pantai Ampenan, anggaran yang disiapkan mencapai Rp600 juta. Dana bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2025.

Pembangunan tanggul darurat ini dijadwalkan mulai dikerjakan pada bulan Agustus atau September. Bersamaan dengan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabanjir, seperti bronjong, jembatan, dan jalan lingkungan. “Kami targetkan seluruh pembangunan ini bisa rampung tahun ini,” harap Lale.

Langkah antisipatif ini diharapkan mampu memberikan perlindungan sementara bagi masyarakat pesisir hingga pembangunan tanggul permanen terealisasi. Terlebih, cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir tahun mendatang. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO