Mataram (Suara NTB) – Menyediakan wadah ekspresi bagi anak-anak menjadi salah satu perhatian di peringatan Hari Anak Nasional 2025 ini. Kebutuhan anak-anak untuk ruang aman yang mendorong produktivitas dan aktivitas positif menjadi bagian penting untuk mewujudkan generasi emas di masa mendatang.
Upaya mendukung hal tersebut salah satunya dilakukan Bhumi Resto di Kota Mataram yang membuat Creative Zone Bhumi Resto dan menggelar pameran lukisan anak se-Pulau Lombok beberapa waktu lalu.
Mengangkat tema ‘Ekspresi Warna-Warni’, program ini hendak memberikan wadah ekspresi bagi seniman lukis anak di Pulau Lombok, dan Kota Mataram secara khusus. Program ini pun mendapat sambutan positif dari sekolah-sekolah yang mencari ruang ekspresi bagi siswa-siswanya.
“Respons para orang tua dan guru dan kepala sekolah sangat baik dan sangat mendukung kegiatan ini. Ada sekolah dari Lombok timur yang mengirim tiga muridnya sebagai peserta pameran, dan beberapa peserta adalah Difabel dari SLBN 2 Mataram,” ujar Pengelola Bhumi Resto, Dany Harding.
Creative Zone Bhumi Resto adalah wadah yang disediakan untuk mengembangkan bakat kreatif di Kota Mataram. Saat ini ada dua kelas yang dibuka, yaitu kelas lukis bersama beberapa pelukis Kota Mataram yaitu Kak Damaring, Kak Ratih Art, Kak Puri dan Kak Mawardi. Ada juga kelas Belajar Mendongeng (story telling class) bersama pendongeng Kota Mataram yaitu Kak Lina dan Kak Fadli.
“Kedua kelas tersebut terbuka untuk umum. Dilaksanakan khusus pada hari minggu pukul 10.00 Wita-selesai,” ujar Dany. Ke depan, pihaknya berharap creative zone di Bhumi Resto dapat membuka kelas lainnya seperti kelas vokal, public speaking, dan lain-lain. (r/ron)


