spot_img
Selasa, Februari 3, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWAAlih Fungsi Hutan Mangrove di Sumbawa Memprihatinkan

Alih Fungsi Hutan Mangrove di Sumbawa Memprihatinkan

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbawa, mengaku bahwa keberadaan hutan mangrove di sejumlah wilayah pesisir Sumbawa kondisinya mulai memperihatinkan. Penyebabnya, lantaran banyaknya alih fungsi lahan menjadi usaha tambak udang.

“Luas lahan potensial tanaman mangrove yang tersebar dari pesisir Sumbawa dari ujung timur, barat, utara, dan selatan sekitar 5.400 hektare dan sebagian besarnya membutuhkan perhatian karena alih fungsi,” Kata Sekretaris DLH, Hj. Rahmawati, kepada Suara NTB, Jumat, 8 Agustus 2025.

Rahma mengaku, meski beberapa wilayah kondisinya membutuhkan perhatian, tetapi untuk persentase alih fungsinya belum bisa dihitung. Sebab, tidak hanya untuk tambak udang, lahan potensial tersebut juga digunakan oleh masyarakat untuk membangun permukiman.

“Kita ambil salah satu contoh di Teluk Saleh, beberapa hektare lahan di sana sudah terindikasi kurang baik karena adanya alih fungsi untuk tambak udang di wilayah pesisir tersebut,” ucapnya.

Terkait kondisi tersebut, ia mengajak seluruh pihaknya untuk sama-sama menjaga ekosistem mangrove ini untuk masa depan yang lebih baik. Apalagi mangrove merupakan jenis tanaman yang bisa menyerap karbondioksida yang baik sehingga bisa menghasilkan oksigen yang bagus.

“Mari kita sama-sama menjaga keberadaan hutan mangrove ini, karena manfaatnya sangat besar,” ujarnya.

Rahma melanjutkan, persoalan lingkungan tentu menjadi atensi saat ini terutama penanaman mangrove apalagi Sumbawa ini sangat luas. Di mana bentangan dan pesisir pantainya sangat panjang dan salah satu yang harus dijaga jangan sampai terjadi abrasi pantai.

“Abrasi pantai ini bisa kita cegah dengan penanaman mangrove. Apalagi fungsi mangrove ini jika kita jaga dengan baik bisa menjadi wahana wisata sekaligus sumber penghidupan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dirinya juga turut memberikan atensi khusus di wilayah pesisir Sumbawa karena dianggap rawan terjadi abrasi. Tetapi khusus untuk tanaman mangrove tidak semua tempat bisa tumbuh, sehingga yang menjadi atensi adalah wilayah yang dekat dengan pemukiman penduduk.

“Jadi, abrasi yang kiranya akan terjadi di sepanjang pinggir pantai kita bisa tekan dengan pembangunan bronjong dan beton. Sehingga untuk lokasi yang dekat dengan pemukiman akan ditanami mangrove, ” tukasnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO