ANGGUN Citra Sasmi, pendidik muda asal Lombok yang dikenal sebagai pendiri Speak Bright Language Course, dan Komunitas Desa Aksara Anak Sasak menjadi salah satu peserta yang diundang dalam Program SPADA (Suara Pemuda Berkarya) — kolaborasi antara RRI Pro 2 Mataram dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat, 8 Agustus 2025.
Dalam sesi berbagi tersebut, Anggun menceritakan alasan membangun platform kursus belajar bahasa, mengingat banyaknya peminat lokal yang ingin belajar bahasa Inggris bahkan peminat internasional yang ingin belajar bahasa Indonesia namun terkendala lokasi.
Anggun menuturkan bahwa Speak Bright Language Course hadir sebagai ruang belajar terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia dengan sistem Online Class maupun Offline Class.
Konsep ini lahir dari banyaknya permintaan untuk mengajar bahasa Inggris sekaligus untuk membangun kesadaran pentingnya bahasa Inggris pada orang orang di sekitarnya.
“Kami ingin ingin mendorong dan memotivasi orang orang untuk semangat belajar bahasa khususnya bahasa Inggris. Karena bahasa adalah alat untuk menjangkau dunia, serta menunjang kemampuan kita untuk menghadapi era digitalisasi dan perkembangan zaman yang sangat cepat,” ujarnya.
Selama ini, Anggun telah mengisi kelas kelas interaktif belajar bahasa Inggris bersama anak anak, remaja, bahkan ibu ibu. Ia pula menyediakan kelas bahasa Indonesia untuk orang asing yang tertarik untuk belajar bahasa dan kebudayaan Indonesia.
Selain mengajar, Anggun juga menggemborkan pentingnya skill berbahasa Inggris atau berbahasa asing melalui platform seperti Instagram, Facebook, Tiktok bahkan Youtube. Adanya platform ini membantu menjangkau audiens secara lebih luas kapanpun dan dimanapun.
Anggun juga menyoroti tantangan pendidikan di daerah, terutama minimnya akses terhadap metode pembelajaran bahasa yang interaktif dan menyenangkan. Ia percaya pendekatan kreatif dapat membangkitkan minat belajar dan rasa percaya diri siswa khususnya bahasa Inggris.
Anggun juga membagikan tips kepada pemuda NTB untuk menggunakan masa muda untuk mencoba, berkontribusi, dan mengembangkan diri.
“Jangan tunggu sampai siap sempurna, karena belajar dan berkembang itu proses. Yang terpenting adalah kita bergerak dan bermanfaat untuk sekitar dan jangan lupa percaya pada diri kita sendiri,”ujarnya mengingatkan. (ham)


