spot_img
Selasa, Februari 3, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWADelapan Desa di Sumbawa Mulai Terdampak Kekeringan

Delapan Desa di Sumbawa Mulai Terdampak Kekeringan

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa mencatat sedikitnya ada sekitar delapan desa di dua kecamatan mulai terdampak kekeringan jelang puncak musim kemarau Bulan Agustus hingga September mendatang.

“Delapan desa tersebut saat ini sudah masuk dalam kondisi kritis bahkan beberapa sumur warga mulai mengering salah satunya di Desa Kukin,” kata Kepala BPBD melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Rusdianto kepada Suara, Jumat, 8 Agustus 2025.

Ia mengatakan, saat ini Sumbawa masuk dalam dasarian pertama musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung hingga bulan September mendatang. Selain delapan desa tersebut, diprediksi masih ada beberapa desa lainnya yang akan terdampak kekeringan.

“Kita prediksi jumlah desa yang terdampak kekeringan juga bertambah nantinya, karena kita prediksi puncak musim kemarau ini akan berlangsung hingga bulan September mendatang,” ujarnya.

Dia pun meyakinkan, siklus musim kemarau ini hampir terjadi setiap tahun dan pola antisipasi juga sudah disiapkan oleh pemerintah. Hanya saja untuk sementara ini pihaknya masih belum melakukan pendistribusian air bersih karena anggaran yang dimiliki sangat terbatas.

“Memang sudah ada delapan desa yang sudah meminta distribusi air bersih, kami juga masih terus melakukan pemantauan untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” tambahnya.

Disinggung terkait jumlah kepala keluarga (KK) dan jiwa yang terdampak kekeringan, Anto memastikan masih dilakukan pemantauan lapangan sekaligus verifikasi. Hal tersebut dilakukan karena dari delapan desa bisa jadi ada beberapa dusun yang tidak terdampak tidak secara keseluruhan.

“Kami masih lakukan pengecekan lebih lanjut untuk jumlahnya, tetapi yang jelas kondisi delapan desa tersebut sudah masuk kategori siaga kekeringan,” tukasnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO