FRAKSI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kota Mataram memberikan apresiasi tinggi kepada Tim Penyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Wakil Ketua Fraksi PPP, Herman Fanani, A.Md., menilai bahwa dokumen RPJMD merupakan instrumen vital dalam merencanakan arah pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi yang tulus atas dedikasi dan kerja keras Tim Penyusun RPJMD. Dokumen ini harus menjadi panduan strategis, bukan sekadar formalitas perencanaan,” ujar Herman dalam rapat paripurna, Kamis, 7 Agustus 2025.
Fraksi PPP menekankan pentingnya integrasi program-program yang menjawab tantangan aktual masyarakat, seperti peningkatan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan berkualitas, serta pemberdayaan ekonomi lokal. Selain itu, Herman juga menyoroti pentingnya pendekatan yang memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
Menurut Herman, keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan RPJMD sangat penting. Oleh karena itu, Fraksi PPP mengusulkan agar pemerintah daerah menyediakan ruang partisipatif yang memungkinkan masyarakat turut berkontribusi secara aktif dalam menyusun kebijakan publik.
“Dengan pendekatan kolaboratif, kita bisa menciptakan kebijakan yang responsif dan adaptif. Kami juga ingin memastikan bahwa setiap langkah pembangunan dilandasi dengan transparansi dan akuntabilitas,” tegas Herman.
Salah satu isu yang menjadi perhatian Fraksi PPP adalah bencana banjir yang melanda Kota Mataram pada 6 Juli 2025 lalu. Herman menyatakan bahwa RPJMD harus menjawab kebutuhan strategis untuk mitigasi bencana, khususnya banjir yang menjadi ancaman tahunan.
“RPJMD harus mengarahkan pada penyiapan sumber daya, pelatihan relawan, dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap risiko banjir. Ini penting untuk memperkuat ketahanan Kota Mataram,” ujarnya.
Fraksi PPP juga mendorong penguatan kebijakan yang responsif terhadap perubahan iklim, penerapan teknologi ramah lingkungan, serta pembangunan ruang terbuka hijau yang mampu menyerap air hujan sebagai upaya jangka panjang dalam mengurangi risiko banjir.
Selaras dengan visi RPJMD Kota Mataram 2025–2029, Herman menekankan perlunya sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menciptakan solusi berkelanjutan. Dengan perencanaan yang matang, Fraksi PPP berharap RPJMD dapat menjadi fondasi kokoh bagi pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan tangguh menghadapi tantangan masa depan.
“Penting bagi kita memastikan RPJMD tidak hanya relevan dengan kebutuhan masyarakat, tapi juga selaras dengan visi dan misi pembangunan daerah. Kami dari Fraksi PPP siap mendukung langkah-langkah yang diambil pemerintah daerah untuk mewujudkan Kota Mataram yang lebih baik bagi semua,” demikian Herman. (fit)



