Rabu, Maret 11, 2026

BerandaNTBLOMBOK BARATDPRD Lobar Kritik Dinas Pariwisata Kurang Inovatif

DPRD Lobar Kritik Dinas Pariwisata Kurang Inovatif

Giri Menang (Suara NTB) – Komisi II DPRD Lombok Barat (Lobar) menyoroti kinerja Dinas Pariwisata yang dinilai kurang inovatif dalam mengembangkan pariwisata di daerah. Harusnya, inovasi dilakukan untuk menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Anggota Komisi II DPRD Lobar, H. Hendri Suyana menyorot kinerja Dispar Lobar yang dinilai belum maksimal dalam menggali dan menciptakan inovasi wisata. Beberapa kegiatan yang berlangsung selama ini, lanjutnya, justru digagas oleh pihak swasta. Seperti hotel, sedangkan Dispar hanya ikut serta tanpa peran dominan.

“Kita ingin Dispar Lobar ini memiliki konsep yang jelas serta memiliki data yang valid terkait kunjungan wisatawan, supaya kinerjanya terukur. Bukan hanya bicara peningkatan wisatawan sebatas wacana. Kita butuh langkah nyata,” tegas Politisi PKS ini, kemarin.

Ia pun mendorong Dispar untuk melakukan berbagai inovasi dalam menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Terlebih, menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025. Ia menilai momentum Hari Kemerdekaan dapat dimanfaatkan sebagai ajang promosi pariwisata, khususnya destinasi unggulan seperti Senggigi.

Ia menekankan pentingnya penyelenggaraan berbagai event kreatif yang mampu mengangkat budaya lokal.

“Kita minta Dispar Lobar punya inovasi dalam memaknai Hari Kemerdekaan tahun ini untuk mendatangkan wisatawan. Sebab, jika wisatawan banyak datang ke Senggigi, otomatis Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lobar akan meningkat demi kesejahteraan masyarakat Bumi Patut Patuh Patju,” ujarnya.

Ia juga menyarankan agar Dispar tidak hanya fokus pada satu bentuk kesenian tradisional seperti presean. Namun mulai mengeksplorasi potensi budaya lain yang dimiliki masyarakat Lombok, seperti Rudat, Gamelan, dan kesenian tradisional lainnya.”Ini yang harus diadakan di setiap tempat wisata di Lobar,” tegasnya.

Jika pelaksanaan event di setiap desa dirasa berat, ia mengusulkan agar kegiatan difokuskan di tingkat kecamatan sebagai alternatif. Menurutnya, pariwisata di Lobar memiliki potensi besar untuk berkembang seperti di Bali, asal dikelola secara serius dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Agus Gunawan menampik jika dianggap kurang inovatif. “Jadi, tidak benar apa yang disampaikan Dewan itu, Dispar tidak memiliki inovasi. Padahal kita di Lobar yang paling banyak event jika dibandingkan dengan daerah lain. Bahkan tahun depan kita konkritkan sampai 30 event”katanya .

Menurutnya, di Senggigi misalnya sampai 12 event dilaksanakan setiap bulannya. Kemudian ada juga event Pesona Keris belum lagi sport tourism di Merumata.

“Saya mendapatkan penghargaan terkait hal tersebut. Kadis yang paling inovatif, kreatif dan paling terbanyak di NTB, ” tegasnya. Ditanya terkait Dispar Lobar hanya mendompleng event hotel? Agus menegaskan bahwa dalam mendatangkan wisatawan tersebut harus  berkolaborasi dengan semua pihak. Walapun ada rasionalisasi anggaran justru semakin banyak event dilaksanakan.

Misalnya, tahun ini ada 15 event yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (ABPD). Sementara sisanya berkolaborasi dengan swasta mendatangkan wisatawan dan itu terbukti. “Kita dengan Aruna 3 event, kemudian Zenderal Manager (ZM) Merumata 3 event. Selanjutnya Montana 1 event, belum lagi asosiasi-asosiasi hotel harus mengadakan 1 event,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya menegaskan kontribusi Dewan itu apa kontribusinya terhadap pengembangan pariwisata. “Kita pertanyakan kontribusi Dewan pada sektor pariwisata. Apakah pokirnya untuk pariwisata sebab kita sudah berinvestasi. Makanya bicara harus pakai data bahkan kita hatrick menjadi desa wisata seluruh Indonesia, “imbuhnya. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES
IKLAN





VIDEO