spot_img
Jumat, Februari 6, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMDongkrak Literasi dan Numerasi, Disdik Mataram Dorong Peningkatan Kompetensi Guru

Dongkrak Literasi dan Numerasi, Disdik Mataram Dorong Peningkatan Kompetensi Guru

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan Kota Mataram memprioritaskan peningkatan kualitas guru untuk memperbaiki capaian literasi dan numerasi di SD dan SMP. Fokus ini diambil karena Rapor Pendidikan 2025 menunjukkan capaian keduanya masih berada pada kategori Sedang atau dengan indikator warna kuning.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf menegaskan, guru, terutama di jenjang SD, harus memiliki kompetensi pedagogis dan profesional yang kuat. Ia menilai teknik mengajar guru memengaruhi langsung kemampuan literasi dan numerasi murid.

“Banyak aspek yang harus diperbaiki, terutama dari segi kompetensi guru yang berimbas ke kompetensi anak-anak (murid),” katanya kepada Suara NTB, Jumat, 8 Agustus.

Peningkatan kualitas guru sudah dilakukan sejak 2023 melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan. “Sudah terlaksana dari 2023. Semua rekomendasi dari Kementerian Pendidikan kita laksanakan karena itu adalah program strategis, yaitu penuntasan literasi dan numerasi,” tegasnya.

Meski ada kemajuan dibanding tahun lalu, Disdik Mataram tetap melakukan intervensi pada sekolah dengan capaian rendah. “Ada beberapa sekolah yang harus diintervensi. Ada yang (sekolah) swasta dan negeri,” ujarnya.

Data Rapor Pendidikan 2025 yang bersumber dari Asesmen Nasional 2024 menunjukkan capaian literasi dan numerasi murid SD dan SMP di NTB, termasuk Mataram, berada pada kategori Sedang. Artinya, 40 hingga 70 persen murid telah mencapai kompetensi minimum.

Yusuf menilai capaian numerasi yang rendah menjadi tanda kemampuan berhitung murid perlu perhatian serius. Disdik Mataram merespons dengan pendampingan guru, perbaikan metode pembelajaran, dan evaluasi rutin. “Teknik mengajar yang harus diperbaiki, terutama guru SD,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan literasi dan numerasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga menjadi agenda nasional. “Memang seluruh Indonesia, literasi dan numerasi itu menjadi kebijakan untuk segera diperbaiki,” ujarnya.

Faktor penyebab capaian yang belum maksimal, kata Yusuf, sangat beragam. Mulai dari kualitas sumber daya guru, kemampuan murid, hingga dukungan infrastruktur. “Banyak faktor. Nggak bisa kita justifikasi satu per satu,” tambahnya.

Ke depan, Disdik Mataram menargetkan seluruh sekolah minimal berada pada kategori Sedang, dengan progres menuju Baik. Target ini dilakukan dengan pemerataan intervensi, khususnya di sekolah yang tertinggal dalam literasi dan numerasi. “Kita tetap fokus agar semua sekolah bisa merata capaiannya,” tutupnya. (hir)

 

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO