Senin, Maret 9, 2026

BerandaNTBLOMBOK TIMURDikbud Lotim Belum Bisa Perbaiki Semua Sekolah Rusak

Dikbud Lotim Belum Bisa Perbaiki Semua Sekolah Rusak

Selong (Suara NTB) – Jumlah sekolah di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) cukup besar. Jumlahnya mencapai ribuan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat. Saat ini, terlapor  135 sekolah mengalami kerusakan parah. Sebagian besar akibat dampak gempa 2018 dan termakan usia. Yang mengkhawatirkan, hingga tahun 2025 ini, sebagian besar sekolah rusak itu belum juga bisa tersentuh perbaikan.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, Jumadil, mengungkapkan karena khawatir akan ambruk, lebih dari 10 gedung terpaksa tidak dipakai. “Lebih dari 10 sekolah terpaksa dihentikan penggunaannya sebagai ruang belajar,” ucapnya, Senin, 11 Agustus 2025.

Keputusan ini jelas menimbulkan konsekuensi serius terhadap kelangsungan pembelajaran siswa di sekolah-sekolah tersebut Jumadil menerangkan kompleksnya persoalan pendanaan perbaikan.

“Banyak sekolah yang sebenarnya dijanjikan perbaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tapi sampai sekarang tidak kunjung ada dananya,” ucapnya.

Contohnya di Montong Gading yang banyak rusak akibat gempa yang terhambat perbaikannya karena awalnya hanya andalkan dana BNPB.

Jumadil juga menyatakan Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima daerah jumlahnya tidak mencukupi untuk menangani semua kerusakan yang ada. Akibatnya, hanya sekitar sepertiga dari 135 sekolah rusak berat yang memiliki harapan untuk diperbaiki tahun ini.

“Kami meminta dengan hati yang tulus (happy heart), lembaga non-pemerintah (NGO) untuk ikut berbagi membantu Lotim,” ajak Jumadil memohon dukungan.

Ia mengungkapkan adanya sedikit titik terang, dimana saat ini ada 5 sekolah yang telah siap untuk disurvei. Namun, bantuan yang diharapkan bukan sekadar perbaikan, melainkan pembangunan sekolah baru. “Modelnya untuk SD. Cukup, bukan untuk SMP atau SMA,” tegas Jumadil, menggarisbawahi bahwa program pembangunan baru ini difokuskan untuk jenjang Sekolah Dasar.

Kondisi ini tentu sangat mempengaruhi kualitas pendidikan dan keselamatan siswa serta guru di Lotim. Penutupan puluhan sekolah memaksa redistribusi siswa, berpotensi memadatkan kelas di sekolah lain dan mengganggu proses belajar. Sementara itu, sekolah yang rusak parah, namun masih dipakai menimbulkan risiko keselamatan.

Pihak Dinas Dikbud Lotim berharap komitmen bantuan dari BNPB segera direalisasikan dan menggandeng NGO serta pihak lainnya untuk bersama-sama mengatasi persoalan krusial ini, demi memastikan hak anak-anak Lotim mendapatkan pendidikan dalam lingkungan yang aman dan layak. Pembangunan 5 sekolah baru untuk jenjang SD menjadi harapan awal, meski masih jauh dari mencukupi kebutuhan yang ada. (rus)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO