Mataram (Suara NTB) – Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) secara resmi meluncurkan Politeknik Dukcapil, Senin, 11 Agustus 2025.
Peluncuran ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Mataram dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas.
Wakil Wali Kota Mataram, TGH. Mujiburrahman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Politeknik Dukcapil merupakan wujud nyata transformasi layanan, di mana pelayanan administrasi kependudukan tidak lagi bersifat birokratis dan tersentralisasi. Melainkan hadir secara progresif dan terintegrasi hingga ke tingkat kelurahan. “Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung lahirnya inovasi ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan hadirnya layanan ini, masyarakat tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mengakses layanan kependudukan. Cukup datang ke titik-titik pelayanan terdekat, berbagai kebutuhan administrasi. Mulai dari dokumen kependudukan hingga layanan pendukung seperti jaminan kesehatan dan santunan kematian dapat diakses secara terpadu.
Lebih lanjut, inovasi Politeknik Dukcapil tidak hanya menambah titik pelayanan publik, tetapi juga memperkuat integrasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, guna menghadirkan pelayanan yang kolaboratif, efisien, dan tidak terfragmentasi.
“Kita menghadirkan bukan hanya pelayanan, tetapi juga pengalaman layanan yang memanusiakan masyarakat,” ucapnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga semangat kolaborasi dan terus mendukung keberlanjutan inovasi ini agar Politeknik Dukcapil benar-benar menjadi pusat pelayanan yang berdampak luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Mataram.
Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil Kota Mataram, Dr. Mansur, mengatakan bahwa usai peluncuran Politeknik Dukcapil, pihaknya akan memberikan bimbingan teknis kepada petugas pelayanan di masing-masing kelurahan.
“Kita sudah mulai. Kita awali di kelurahan yang ada di Kecamatan Ampenan, karena di sana sudah siap secara infrastruktur. Namun, program ini tetap akan berjalan di seluruh 50 kelurahan,” jelasnya.
Mansur menyebut, Politeknik Dukcapil akan membuka lima jenis layanan di kelurahan, yaitu Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, akta kematian, surat pindah, dan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Politeknik Dukcapil di kelurahan, lanjutnya, juga akan menjadi ruang edukasi bagi masyarakat terkait pentingnya data kependudukan yang valid, pemanfaatan identitas digital, dan pemenuhan hak-hak sipil warga.
Dengan peluncuran Politeknik Dukcapil di kelurahan, Pemkot Mataram berharap pelayanan administrasi kependudukan dapat menjangkau masyarakat secara lebih cepat dan luas, sekaligus meningkatkan kapasitas aparatur pelayanan agar lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (pan)



