spot_img
Rabu, Januari 28, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURWabup Lotim Dorong Cegah Stunting Sebelum Pernikahan

Wabup Lotim Dorong Cegah Stunting Sebelum Pernikahan

Selong (Suara NTB) – Prevalensi stunting di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) 33,2 persen. Angka ini terbilang sangat tinggi. Wakil Bupati (Wabup) H. Moh. Edwin Hadiwijaya mendorong pencegahan stunting tidak hanya dilakukan pada seribu hari pertama kehidupan, tetapi harus dimulai sejak sebelum pernikahan. Pencegahan juga mencakup perhatian terhadap anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Pesan itu disampaikan Wabup Edwin saat menghadiri acara Monitoring dan Evaluasi Program Gizi untuk Saluran Cerna Ideal dengan PMT (Gusi) Plus di Kantor Desa Sukadamai, Kecamatan Jerowaru, Senin, 11 Agustus 2025.

Wabup mengapresiasi langkah puskesmas memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak dengan gizi kurang. “Kita berharap anak-anak yang gizi kurang tidak sampai menjadi stunting,” ujarnya.

Dari 30 anak penerima PMT, diketahui sebagian sudah tergolong stunting. Karena itu, Wabup menekankan perlunya pemisahan data antara anak bergizi kurang dan anak stunting. Menurutnya, pendataan yang akurat akan membantu pola intervensi menjadi lebih tepat sasaran. Ia pun meminta dukungan semua pihak, mulai dari Puskesmas, kader, hingga pemerintah desa.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sukaraja, Muksan Effendi, berharap kegiatan ini menjadi momentum membangkitkan kembali semangat para ibu untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak, khususnya usia di bawah dua tahun. “Pemahaman tentang stunting dan pemanfaatan pangan lokal sangat penting untuk mencegah kasus baru,” katanya.

Selain PMT berbahan pangan lokal, kegiatan juga disertai pemberian probiotik untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan penyerapan nutrisi. Dari 30 anak penerima manfaat, 21 berasal dari Desa Sukadamai dan 9 dari Desa Sukaraja.

Program ini diharapkan tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga membentuk kebiasaan sehat yang berkelanjutan di tengah masyarakat, sehingga angka stunting di Lombok Timur dapat terus ditekan. (rus)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO