Rabu, Maret 11, 2026

BerandaNTBDOMPUAkademisi Dorong Pemerintah Lebih Fokus Pengembangan Ekonomi Lokal di Setiap Event

Akademisi Dorong Pemerintah Lebih Fokus Pengembangan Ekonomi Lokal di Setiap Event

Dompu (Suara NTB) – Festival Lakey Dompu dan event peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia cukup ramai dan meriah diikuti masyarakat. Namun kemeriahan ini belum sepenuhnya berdampak pada keberlanjutan ekonomi lokal Kabupaten Dompu akibat banyak belanja barang dari luar daerah seperti pakaian seragam dan lainnya.

Pemerintah ke depan didorong untuk lebih fokus pada pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan dari setiap event yang digelar. Dengan begitu, perputaran uang dari event yang digelar lebih banyak dalam daerah ketimbang keluar. Hal itu disampaikan, pemerhati ekonomi Dompu Dr. Dodo Kurniawan, ME., yang juga Ketua STKIP Yapis Dompu, Selasa, 12 Agustus 2025.

“Kita ikut senang dengan kemeriahan dan partisipasi masyarakat yang tinggi dalam menyambut momen bulan kemerdekaan tahun ini. Dan ini tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi Kabupaten Dompu pada triwulan pertama sebesar 6,46 persen yang didorong oleh sektor pertanian,” kata Dodo.

Dodo mengatakan, setiap event tidak hanya melihat kemeriahan saja, tapi perlu melihat secara mendalam dan komprehensip melalui dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkan. “Karena kemeriahan, tidak sepunuhnya berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi lokal secara berkelanjutan, yakni peningkatan konsumsi, distribusi dan produksi yang terus menerus yang bukan hanya sehari atau sebulan, namun setiap hari dan setiap bulan,” katanya.

Ia pun mencontohkan pada lomba gerak jalan cepat tepat 8 Kilometer yang melibatkan 688 regu ibu-ibu. Setiap regu melibatkan 11 orang, sehingga melibatkan sekitar 7 ribu lebih orang. Begitu juga dengan gerak jalan cepat tepat 17 KM yang melibatkan sekitar 300 regu, dan lomba Gerak jalan 45 KM melibatkan sekitar 200 regu. Jika pengeluaran rata-rata sebesar Rp350 ribu hingga Rp500 ribu per orang, maka uang yang beredar sekitar Rp7–10 miliar.

“Uang itu tidak banyak mengendap di Dompu, karena barang-barang atau atribut yang digunakan banyak didatangkan dari luar daerah. Sangat sedikit yang memberdayakan produk-produk lokal seperti muna pa’a dan lainnya. Ini yang saya sebut ekonomi bayangan. Uang daerah kita banyak dibelanjakan keluar daerah, baik secara online, belanja langsung ke Kota Bima dan Mataram,” katanya.

Karena itu, Dodo berharap ke depan, event yang digelar pemerintah lebih memberdayakan produk lokal Dompu. Harapannya dapat berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal Kabupaten Dompu. Untuk saat ini, ekononomi lokal Dompu yang banyak diberdayakan baru sektor makan dan minumnya. (ula)

IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM
RELATED ARTICLES
IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO