spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARATKepala Brida KSB Garap Inovasi Sirda

Kepala Brida KSB Garap Inovasi Sirda

Taliwang (Suara NTB) – Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Sumbawa Barat, Mars Anugerainsyah saat ini tengah mengggarap inovasi Sistem Informasi Riset Daerah (Sirda).

Inovasi yang disusun untuk kebutuhan Aksi Proyek Perubahan pada kepesertaannya dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) TIngkat II tahun 2025 itu dihajatkan sebagai solusi mendukung efektivitas dan efisiensi berbagai program daerah ke depannya.

“Jadi proyek perubahan yang saya buat ini adalah inovasi yang bisa menjadi acuan tiap OPD dalam melaksanakan program kegiatannya,” kata Mars, Selasa, 11 Agustus 2025.

Mars menjelaskan, mekanisme Sirda ini akan mengarahkan setiap program sebelum dilaksanakan harus diawali dengan riset. Secara sederhana ia jabarkan pelaksanaan Sirda akan menghasilkan satu kebijakan satu riset dengan fokus pada empat tujuan khusus.

Empat tujuan tersebut yaitu terbangunnya sistem informasi riset daerah, terbangunnya mindset riset di kalangan OPD, tersusunnya kebijakan berbasis riset dan terciptanya ekosistem pembuatan kebijakan berbasis riset di kabupaten sumbawa barat.

Ia mengaku munculnya ide inovasi Sirda itu diawali dari riset sederhana yang dilakukannya pada beberapa program daerah yang realisasinya tidak sesuai target. Dari hasil riset itu ia menemukan bahwa penyebab program yang tidak dapat mencapai tujuannya itu karena sejak awal tidak didahului oleh riset atau penelitian mendalam.

“Makanya inovasi Sirda ini saya buat dengan harapan kita menyediakan bahan riset untuk pemerintah. Sehingga kalau mau buat program, data risetnya sudah ada di Sirda dan OPD tinggal mengambilnya sebagai acuan dalam melaksanakan programnya itu,” urai mantan kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KSB ini.

Fungsi Sirda itu lanjut Mars selain sebagai basis data riset pemerintah. Juga untuk menghindari terjadinya tumpang tindih hasil riset. Selama ini, ia mengungkapkan, banyak riset yang diselenggarakan pemerintah setiap tahunnya, tetapi hasilnya tidak diatur sedemikian rupa. Hal itu kemudian riskan menyebabkan adanya kegiatan riset yang sama pada tahun-tahun berikutnya. “Di Sirda nanti, setiap hasil riset tertata rapi sehingga kalau yang sudah dibuat penelitiannya dapat dipastikan tidak akan dibuat penelitiannya di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya. (bug)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO