Mataram, NTB – Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Barat (NTB) sekaligus Ketua Gerakan Sosial Nasional (GSN) NTB, H. Faurani, mendorong percepatan pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto. Program ini dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal dengan signifikan.
Menurut Faurani, KADIN NTB telah memberikan pendampingan dan fasilitasi perizinan untuk 62 dapur MBG, dengan 4 dapur sudah beroperasi dan sekitar 30 dapur lainnya siap berjalan pada Agustus 2025. “Progres pembangunan mencapai 90 persen. Sekitar 80 persen dapur tengah mempersiapkan operasional, hanya 20 persen yang masih dalam tahap finalisasi,” ungkap Faurani saat ditemui di Mataram, Rabu, 13 Agustus 2025.
Pemerintah menargetkan pembangunan 440 dapur MBG di NTB hingga November 2025. Faurani optimistis seluruh target akan tercapai tepat waktu.
Setiap dapur MBG ditaksir mampu mempekerjakan hingga 50 tenaga kerja, dan dapat mengelola anggaran operasional sekitar Rp900 juta per bulan untuk melayani 3.000 – 4.000 siswa penerima makanan bergizi. “Jika semua dapur aktif, potensi perputaran uang di NTB bisa mencapai Rp4 triliun per tahun. Ini adalah peluang besar bagi ekonomi daerah,” jelasnya.
KADIN NTB saat ini tengah membentuk koperasi regional untuk menjadi pusat distribusi bahan baku dapur MBG. Petani, pelaku UMKM, dan produsen lokal seperti pembuat tempe, telur, dan sayur akan menjadi pemasok utama. “Koperasi akan bayar tunai semua barang yang masuk. Petani dan pelaku usaha lokal akan sangat diuntungkan,” tegas Faurani.
Ia menambahkan bahwa semua koperasi di NTB berkesempatan berpartisipasi dalam skema ini, sehingga dampak ekonomi akan menyebar secara merata ke berbagai sektor.
Faurani menjelaskan bahwa keterlambatan pembangunan dapur sebagian besar disebabkan oleh proses sertifikasi kepala dapur. Namun, masalah ini telah teratasi. “Sebanyak 30.000 kepala dapur bersertifikasi nasional kini siap ditugaskan. Tantangan berikutnya adalah mempercepat pembangunan dapurnya,” ujarnya.
Faurani menegaskan bahwa jika program MBG berjalan sesuai target, maka dampaknya akan langsung terasa pada peningkatan gizi anak-anak sekolah, pembukaan lapangan kerja baru, dan perputaran ekonomi lokal yang lebih cepat. “Ini bukan hanya soal makan bergizi, tapi gerakan bersama untuk memperkuat ekonomi NTB,” pungkasnya. (bul)



