spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK UTARAKecewa Spek Pagar Gedung DPRD, Dewan KLU Bongkar Konstruksi

Kecewa Spek Pagar Gedung DPRD, Dewan KLU Bongkar Konstruksi

Tanjung (Suara NTB) Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) , membongkar konstruksi slop pada tembok pagar gedung DPRD KLU. Aksi tersebut dilakukan lantaran mereka kecewa karena konstruksi pagar diduga tidak sesuai spek.

Aksi pembongkaran salah satu slop antar tiang pagar itu, didokumentasikan langsung menggunakan video. Setidaknya dua anggota Dewan yang bertindak memegang hammer dan merusak slop adalah H. Nirdip atau yang biasa dikenal H. Jojo dari Fraksi Gerindra. Satu dewan lainnya adalah Sabri, SE., sekaligus Ketua DPC PBB KLU. Sementara, anggota dewan lainnya, terlihat menyaksikan “eksekusi” tersebut.

Sabri kepada wartawan, menuding kontraktor mengerjakan proyek pagar gedung DPRD KLU dengan serampangan. Hal itu terlihat dari pekerjaan pembesian, dimana besi selop melintang antar tiang tidak menyambung dan menyatu dengan besi tiang pagar. Besi selop tersebut hanya diletakkan begitu saja di atas pasangan batu bata, lalu dicor. Konstruksi itu pun berisiko karena tembok rawan untuk roboh.

Ia menegaskan, DPRD tidak ingin mengambil risiko dimana tembok proyek pascaserahterima pekerjaan, dapat membahayakan masyarakat. Oleh karena itulah, pihaknya memilih untuk menertibkan pekerjaan lebih awal.

“Struktur teknis pemasangan bata dan besi sudah tidak sesuai dengan kontruksi tidak ada kekuatan karena besinya tidak masuk (ke besi tiang). Seharusnya besi ini ngelos dan saling terikat. Dia asal asalan seharusnya dengan pengalaman konstruksi kita tahu bagaimana pemasangan besi,” tegas Sabri.

Pihaknya juga mempertanyakan tidak adanya teguran dari Konsultan Pengawas Proyek. Kekeliruan pembesian hingga besi dicor dinilai merupakan pembiaran atas kesalahan konstruksi. Bagi DPRD, pengawasan yang minim tersebut dianggap fatal bagi kualitas proyek dimaksud.

Sementara, Ketua Komisi III DPRD Lombok Utara, Sutranto juga ikut bereaksi atas aksi legislatif KLU. Menurut dia, sebelum dilakukan pembongkaran, pihaknya di Komisi III yang membidangi infrastruktur telah menjalin kesepakatan dengan pelaksana pekerjaan. Pihaknya lebih dulu memanggil kontraktor menyusul adanya keluhan warga atas foto proyek tersebut yang beredar di medsos.

“Ini bermula dari adanya foto beredar kalau besi beton tidak masuk ke kolom sehingga kami ingin membuktikan. Berdasarkan itu pelaksana membawakan hammer. Kami sudah laksanakan prosedur benar menurut kami sesuai pengawasan kami,” klaim Sutranto.

Politisi PKB ini melanjutkan, setelah berdiskusi dilapangan pihak pelaksana mempersilakan untuk dilakukan pembongkaran kaitan dengan pembuktian tersebut. Ia berpesan supaya hal ini menjadi pembelajaran bagi semua kontraktor di daerah supaya lebih teliti dan serius membangun apapun pekerjaan proyek terlebih yang dibiayai oleh anggaran negara.

“Ini menjadi pembelajaran bagi kontraktor yang serius jangan jadi ada masalah hal kecil dan kami melihat masalahnya ada di perencana. Kita lihat tidak ada membuat detail dari penulangan besi,” tandasnya. (ari)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO