spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBPemprov NTB akan Intervensi Antisipasi Kekeringan di Sumbawa dan Bima

Pemprov NTB akan Intervensi Antisipasi Kekeringan di Sumbawa dan Bima

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB menyusun rencana intervensi sebagai langkah antisipatif untuk mengatasi kekeringan di sejumlah wilayah di NTB akibat musim kemarau. Wilayah tersebut di antaranya Kecamatan Lape dan Rhee di Kabupaten Sumbawa. Kemudian Kecamatan Wawo di Bima.

Gubernur NTB, Dr.H.Lalu Muhamad Iqbal pada Rabu 13 Agustus 2025 mengatakan, pemerintah sudah mengantisipasi kawasan yang terdampak kekeringan.

“Kita sudah antisipasi kawasan kekeringan itu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) itu sudah mengantisipasi salah satu potensi bencana itu adalah kekeringan. Jadi itu sudah ada dalam rencana,” katanya.

Berangkat dari hal itu, Gubernur Iqbal berencana melakukan upaya-upaya untuk menangani persoalan kekeringan tersebut. “Insya kita akan lakukan intervensi,” ujar Iqbal.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan dua Kabupaten yakni Sumbawa (Lape dan Rhee) mengalami kekeringan ekstrem dengan hari tanpa hujan (HTH) mencapai 61 sampai 77 hari.

Sementara Kabupaten Bima di Kecamatan Wawo memasuki status awas kekeringan dengan 75 hari HTH. BMKG mencatat, pada dasarian I Agustus 2025 (1-10 Agustus) curah hujan di seluruh wilayah NTB secara umum berada pada kategori rendah. Yakni dari angka 0-50 milimeter per dasarian.

Sementara pada dasarian II Agustus 2025 (11-20 Agustus 2025) potensi hujan di wilayah NTB terbilang sangat kecil. Peluang terjadinya hujan dengan intensitas >20 MM/dasarian sebesar <10 persen yang terjadi di seluruh wilayah NTB.

Gubernur Iqbal menyatakan, pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk menangani persoalan kekeringan yang terjadi di Kabupaten Sumbawa dan Bima.

“Selama masih ada di dalam anggaran berjalan kita pakai anggaran berjalan,” pungkasnya. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO