Giri Menang (Suara NTB) – Wakil Bupati (Wabup) Lombok Barat (Lobar) Hj. Nurul Adha kembali keliling memantau proses skrining anak terindikasi stunting di Puskesmas Kediri, Labuapi dan Eyat Mayang, Rabu, 13 Agustus 2025. Sebelumnya di hari pertama, Selasa, 12 Agustus 2025, Wabup mengunjungi Puskesmas Suranadi, Puskesmas Sigerongan, dan Puskesmas Sesela.
Kegiatan ini adalah sebagai wujud kerja nyata Pemkab Lobar dalam rangka percepatan penanganan penurunan stunting. “Kami melakukan pemantauan pemeriksaan terhadap anak-anak stunting di tiga puskesmas. Karena kemampuan dokter spesialis anak hanya bisa memeriksa dalam satu hari 20 anak, karena secara detail diperiksanya,” katanya.
Wabup menyebutkan, setelah turun ke puskesmas, menemukan penyebab stunting ini tidak murni karena kurang gizi atau kekurangan nutrisi pada anak. Tetapi, penyebabnya ada penyakit bawaan dari anak baru lahir dan ada juga disebabkan kondisi anak yang punya penyakit TB Paru dan sebagainya. Ini yang menjadi penyebab stunting.
“Dan untuk anak-anak kita yang tidak punya penyakit bawaan, murni karena kekurangan gizi dan nutrisi sehingga menyebabkan tumbuh kembangnya terhambat, tidak meninggi dan tidak bertambah berat badannya,” ujarnya.
Dalam waktu dekat pihaknya segera memberikan treatment dengan pemberian susu. Pihaknya berharap  anak-anak kita yang stunting dan sudah diberikan susu bisa cepat segera selesai dari stunting.
Wabup berharap segera diselesaikan proses penanganan 400 anak, kemudian selanjutnya diselesaikan 800 anak dari anak 0-2 tahun ini.(her)


