spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMWarga Mataram Diimbau Waspadai Potensi Kebakaran di Musim Kemarau

Warga Mataram Diimbau Waspadai Potensi Kebakaran di Musim Kemarau

Mataram (Suara NTB) – Memasuki musim kemarau yang disertai angin kencang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram mengingatkan warga untuk mewaspadai potensi kebakaran di musim kemarau. Salah satu caranya dengan menghindari aktivitas yang dapat memicu api.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD, Ahmad Muzaki, meminta warga menghindari kebiasaan berisiko, seperti pembakaran sampah dan penggunaan listrik yang tidak aman. Ia menegaskan bahwa sejumlah kebiasaan sehari-hari perlu dikontrol agar tidak memunculkan potensi kebakaran di musim kemarau.

“Saat musim kemarau itu kita sebaiknya menghindari pembakaran sampah. Selalu waspada terhadap aktivitas penggunaan api lainnya seperti saat memasak, usahakan jangan ditinggal. Itu yang paling penting,” ujarnya di Mataram, Rabu, 13 Agustus 2025.

Ia menambahkan, tindakan pencegahan sederhana dapat meminimalkan risiko. Salah satunya adalah memastikan instalasi listrik aman sebelum meninggalkan rumah. “Sebelum meninggalkan rumah pastikan kelistrikan aman dan tidak ada yang bermasalah. Dianjurkan untuk mematikan arus listrik saat bepergian,” tambahnya.

Muzaki menjelaskan bahwa musim kemarau ditandai dengan kecepatan angin yang cenderung meningkat. Kondisi ini membuat api menyebar lebih cepat. “Karena itu menghasilkan panas yang berlebih, itu termasuk harus diwaspadai,” katanya.

Selain kebakaran, ia mengingatkan adanya potensi bencana lain di musim kemarau. Pohon yang daunnya rontok dan dahannya kering akibat panas berisiko tumbang atau patah. “Walaupun musim kemarau tidak menutup kemungkinan adanya pohon tumbang karena dahannya rapuh dan kering akibat terpapar panas. Atau dahan patahan. Ini juga warga harus mawas diri,” ujarnya.

BPBD Kota Mataram rutin mengingatkan warga untuk menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, baik di permukiman, lahan kosong, maupun area publik. Edukasi dilakukan melalui sosialisasi, imbauan langsung, dan penyebaran informasi di media sosial.

Ia menegaskan bahwa kebakaran di musim kemarau sering kali dipicu kelalaian manusia. Misalnya, meninggalkan api tanpa pengawasan, membakar sampah di lahan terbuka saat angin kencang, atau membuang puntung rokok sembarangan. “Kita ingin masyarakat lebih waspada. Pencegahan itu lebih murah dan aman daripada memadamkan kebakaran,” tegasnya.

Selain rumah tinggal, perhatian diarahkan pada bangunan publik seperti sekolah, pasar, dan perkantoran. Instalasi listrik yang sudah tua atau tidak memenuhi standar menjadi salah satu penyebab kebakaran. “Pastikan kabel, stop kontak, dan peralatan listrik terawat baik. Kalau ada kerusakan segera perbaiki,” tutupnya. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO