Sumbawa Besar (Suara NTB) – Asisten Operasional Kepala Staf Angkatan Darat (Asops Kasad) Mayjen TNI Christian K. Tehute, meminta kepada masyarakat Desa Kalabeso, Kabupaten Sumbawa untuk menjaga sejumlah fasilitas yang sudah dibangun dengan baik.
“Kita sering mampu membangun, tapi lupa merawat. Pemeliharaan inilah yang kerap menjadi tantangan. Maka perlu ada sistem pengawasan dari pemerintah desa agar fasilitas ini tidak rusak dan sia-sia,” ucapnya saat kunjungan di Sumbawa, Kamis, 14 Agustus 2025.
Mayjen TNI Christian menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan unsur Forkopimda dalam membangun wilayah pedesaan. TNI pun berkomitmen kuat dalam membantu mempercepat pembangunan di daerah, terutama melalui program-program unggulan seperti TMMD.
“TNI hadir bukan hanya membangun fisik, tapi juga membangun semangat dan kepedulian. Program ini harus mampu memberdayakan masyarakat. Dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat,” ujarnya.
Mayjen TNI Christian turut menyoroti masalah ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Sebab air merupakan kebutuhan pokok yang berdampak langsung pada kebersihan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan, khususnya dalam bidang pertanian.
“Saya harap di Sumbawa bisa melihat peningkatan sisi ketersediaan air ini kerana bersih harus menjadi prioritas utama karena dari situlah kesejahteraan masyarakat dimulai,” tambahnya.
Ia turut menekankan, pembangunan desa tidak boleh mengabaikan pelestarian lingkungan. Boleh saja pengembangan wilayah dilakukan tetapi dengan catatan tetap menjaga kelestarian alam sebagai sumber kehidupan masyarakat.
“Hutan dan air adalah aset vital, kalau alam rusak, maka ekonomi pun ikut terdampak. Jangan sampai pembangunan justru menjadi bumerang bagi masa depan daerah,” timpalnya.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, memberikan apresiasi atas capaian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 1607/Sumbawa di Desa Kalabeso. Sebab program fisik yang dilaksanakan telah melampaui target yang direncanakan.
“Pembangunan sumur bor yang awalnya ditargetkan tiga unit, namun terealisasi menjadi lima unit. Pembangunan jalan desa tidak hanya memenuhi target, tetapi juga memperpanjang umur fungsional jalan yang dibangun.
Bupati juga mengapresiasi efektivitas pelaksanaan TMMD yang dianggap mampu menyelesaikan semua program sebelum tenggat waktu yang dijadwalkan, yakni 21 Agustus 2025. “Biasanya, program-program seperti ini di minggu terakhir baru dikebut. Tapi dengan keterlibatan TNI, semua nyaris tuntas sebelum waktunya. Ini sangat jarang terjadi,” tambahnya.
Haji Jarot turut menyinggung pentingnya pelestarian lingkungan, khususnya hutan dan mata air di wilayah Kecamatan Buer. Ia bahkan menyebut Desa Kalabeso sebagai desa percontohan yang memiliki kesadaran yang tinggi dalam menjaga ekosistem.
“Di daerah lain, sumur bor kedalaman 100 meter belum tentu ketemu air, tetapi di sini, target 40 meter sudah keluar air di 20 meter pertama karena hutan masih terjaga. Kita harus bantu masyarakat dan kepala desa untuk terus melestarikan ini,” tutupnya. (ils)


