spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaNTBBimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal, Kepala Dinas Perpustakaan NTB Targetkan Lahirnya...

Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal, Kepala Dinas Perpustakaan NTB Targetkan Lahirnya Karya Terbitan

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB melanjutkan pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal di Gedung Layanan Perpustakaan NTB pada hari kedua, Kamis, 14 Agustus 2025. Kegiatan dibuka secara resmi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Dr. H. Ashari, SH., MH., dan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, antara lain pustakawan, guru, mahasiswa, serta pegiat literasi.

Dalam sambutannya, H. Ashari menegaskan bimtek ini akan berlangsung tiga kali pertemuan dan diharapkan dapat menghasilkan karya nyata yang layak terbit, baik dalam bentuk esai, antologi, artikel populer, maupun buku lokal. “Kami ingin kegiatan ini menjadi langkah nyata pelestarian budaya NTB, sekaligus memperkuat literasi dan membangun sinergi lintas profesi,”  ujar mantan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi NTB ini

Melalui metode diskusi interaktif dan berbagi pengalaman, tambahnya, peserta didorong untuk membangun jejaring kolaboratif. Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan penulis-penulis lokal yang berperan aktif dalam menjaga, mendokumentasikan, dan mempopulerkan warisan budaya daerah untuk generasi mendatang.

Ashari juga menambahkan dari bimtek yang digelar bisa memotivasi peserta untuk saling berbagi pengetahuan dan jaringan. Termasuk mendorong literasi budaya yang berkelanjutan. “bahwa kegiatan ini merupakan sinergi lintas profesi untuk membangun warisan budaya bersama,” terangnya.

Pada bagian lain, Ashari juga mengakui, indeks pembangunan literasi masih rendah, begitu juga minat baca masyarakat masih rendah. Hal ini menjadi pekerjaan bersama dari seluruh elemen masyarakat yang ada di daerah ini.

Dalam meningkatkan indeks literasi dan minat baca, beberapa waktu lalu, pemerintah telah menetapkan dan mengukuhkan Bunda Literasi Provinsi dan Bunda Literasi Kabupaten/Kota. “Bahwa mungkin kita ini satu-satu di Indonesia yang sudah mengukuhkan Bunda Literasi Desa/Kelurahan. Dan ini sudah dilakukan di Lombok Timur dan akan menyusul semua kabupaten/kota yang ada,” tambahnya.

Pengukuhan dan Bunda Literasi Desa/Kelurahan di NTB diharapkan bisa selesai pada bulan Oktober mendatang. Adanya Bunda Literasi Desa Kelurahan ini nanti perpustakaan desa dan kelurahan akan bisa hidup serta mampu meningkatkan indeks literasi NTB di tingkat nasional.

Diakuinya, di desa dan kelurahan sudah memiliki perpustakaan. Namun, secara struktural dan kelembagaan masih perlu mendapatkan perhatian, terutama dari sisi jumlah koleksi buku maupun anggaran dari Dana Desa atau perhatian dari donatur

Bimtek hari pertama, Rabu, 13 Agustus lalu menghadirkan narasumber M. Tahir, S.Pd., M.Sn., dari Universitas Mataram. Sementara, bimtek hari kedua menghadirkan narasumber Prof. Dr. H. Jamaluddin, MA dari UIN Mataram, yang memaparkan pentingnya peran penulis tidak hanya sebagai kreator, tetapi juga advokat akar budaya.

Peserta diajak menggali potensi budaya lokal seperti cerita rakyat, adat istiadat, kuliner, dan tradisi, lalu mengemasnya dalam karya tulis dengan narasi yang kuat dan mendalam. Diakuinya, NTB memiliki banyak potensi budaya dan peninggalan bersejarah yang masih belum banyak ditulis. Untuk itu, adanya bimtek ini, para peserta menulis berbagai macam budaya yang ada di daerah ini, mulai dari adat istiadat, kuliner, tradisi hingga sejarah.  (ham)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO