spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TENGAHPolres Loteng Kampanyekan Gerakan Lawan Kekerasan di Kalangan Pelajar

Polres Loteng Kampanyekan Gerakan Lawan Kekerasan di Kalangan Pelajar

Praya (Suara NTB) – Polres Lombok Tengah (Loteng) menggelar aksi turun ke sekolah-sekolah untuk mengkampanyekan gerakan lawan kekerasan di kalangan pelajar di daerah ini. Kampanye digelar sebagai salah satu upaya mengantisipasi dan menekan maraknya kasus kekerasangan di kalangan pelajar. Mulai dari perundungan, kekerasan verbal hingga pelecehan seksual.

Melalui gerakan “Rise and Speak” tersebut diharapkan bisa menumbuhkan di kalangan pelajar serta sekolah untuk mau melawan kekerasan terhadap pelajar, baik itu di lingkungan masyarakat, khususnya lagi lingkungan sekolah.

“Dengan kampanye ini kita ingin menumbuhkan kesadaran serta keberanian dikalangan pelajar agar mau bersuara dan melaporkan jika mereka atau orang sekitarnya menjadi korban kekerasan,” terang Kapolres Loteng AKBP Eko Yusmiarto, SIK., melalui Kanit PPA Satreskrim Polres Loteng Aiptu Pipin Setyaningrum, S.H., dalam keterangannya, Kamis, 14 Agustus 2025.

Ia menegaskan, kekerasan apalagi sudah menjurus kepada kekerasan seksual bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Dan, dalam hal ini kalangan pelajar termasuk menjadi salah satu yang  rentan untuk menjadi korban kekerasan. Namun ironisnya, banyak kasus kekerasan di kalangan pelajar tidak tertangni. Lantaran tidak ada yang berani atau takut untuk melapor ke aparat penegak hukum.

“Kampanye ini merupakan bagian dari upaya untuk membangun kesadaran dan keberanian di kalangan pelajar dan kelompok rentan lainnya agar berani melawan serta melaporkan segala bentuk kekerasan yang mereka alami,” imbuh Pipin.

‎Menurutnya, setiap anak, setiap perempuan mupun setiap individu harus berani bersuara. Dan, setiap suaranya penting dalam upaya pencegahan dan penindakan setiap kasus kekerasan yang terjadi di kalangan pelajar. “Rise and Speak bukan hanya sekadar slogan. Tapi satu gerakan untuk membangun sistem perlindungan yang kuat dimulai dari keberanian personal,” tegasnya kembali.

Pencegahan dan penanganan kekerasan lanjutnya, tidak bisa dilakukan oleh kepolisian saja. Dibutuhkan peran serta semua pihak terkait. Mulai dari pemerintah daerah, sekolah, orang tua hingga masyarakat umum. Dengan kerja sama semua pihak tersebut akan mampu menciptakan jaringan perlindungan yang solid bagi para pelajar dan kelompok rentan lainnya.

‎”Kalau Polres Loteng komitmen jelas akan terus berupaya maksimal menciptakan keamanan dan menjamin keselamatan bagi seluruh masyarakat yang berani bersuara dan melawan segala bentuk kekerasan. Khususnya kalangan perempuan serta kelompok rentan yang seringkali menjadi korban kekerasan,” tandasnya. (kir)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO