spot_img
Rabu, Februari 18, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATButuh Anggaran Rp50 Miliar, Lantai Lima Gedung RSUD Mangkrak

Butuh Anggaran Rp50 Miliar, Lantai Lima Gedung RSUD Mangkrak

Giri Menang (Suara NTB) – Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tripat Lombok Barat yang dibangun tahun 2020 tersebut belum sepenuhnya tuntas. Pasalnya proyek dengan pagu anggaran Rp80 Miliar lalu setelah dilelang menjadi Rp76 miliar lebih tersebut, menyisakan satu lantai belum rampung. Bangunan lantai lima IGD ini mangkrak, belum terpakai.

Dibutuhkan Rp50 miliar menyelesaikan ruangan yang akan dipergunakan khusus untuk ruang Operasi terpadu ini. Pantauan media di lantai lima IGD ini,jalur naik menuju lantai lima IGD ini belum tuntas, masih dalam keadaan urukan tanah, belum diplester. Begitupun bangunan ruangan itu masih belum selesai dibangun. Bagian lantai belum dipasangkan keramik, begitupula Tembok bangunannya juga belum diplester. Tampak lorong untuk instalasi lift bagian sebelah ditutup, sedangkan sebelahnya lagi tidak tertutup.

Direktur RSUD Tripat dr H Suriyadi yang dikonfirmasi media terkait hal ini mengatakan bahwa tidak tahu persis soalnya kontrak proyek itu apakah memang batasnya sampai disitu. “Saya tidak tahu kontraknya, waktu itu saya belum menjabat direktur,”kata Direktur RSUD Tripat dr H Suriyadi, kemarin.

Dikatakan untuk menyelesaikan Bangunan itu lengkap dengan alkes hingga beroperasi membutuhkan dana minimal Rp50 Miliar. “Itu sampai operasional butuh minimal 50 miliar,”sebutnya. Dimana satu ruang operasi butuh Rp4-5 miliar, sehingga kalau perhitungannya 10-12 ruang operasi butuh minimal Rp50 miliar.

Lantai Lima itu jelasnya, nantinya khusus untuk ruang Operasi terpadu bisa menampung 10 sampai maksimal 12 ruang operasi. Dengan adanya ruang terpadu operasi ini, terintergrasi gedung IGD ini sebagai unit kegawatdaruratan terpadu. Di lantai bagian atas menjadi ruang operasi, kemudian dibagian bawah ruang operasi itu ada ICU, ICU Picu, dan

Cath lab jantung, atau laboratorium kateterisasi jantung. Di lantai II ada ruangan kegawatdaruratan anak, ruang bersalin, MRE, NICU dan Picu.

Pihaknya sendiri sudah mengajukan proposal ke Kemenkes untuk pengembangan lantai V ini agar selesai. “Itu kita ketemu sama pak Menkes, kita minta dari Dana DAK agar bisa mendapatkan itu, cuma kembali lagi ke keuangan pusat,”ujarnya. Pihaknya tidak menyerah hanya mengandalkan dari pusat saja, namun pihaknya mencari sumber-sumber lain. Pihaknya berupaya melobi ke Bappenas.

Sementara itu, Bupati Lobar H Lalu Ahmad Zaini mengatakan memang pengerjaan proyek Gedung IGD ini memang kontraknya kemungkinan sampai disitu. Pengerjaan fisik sampai lantai lima, sedangkan isinya diupayakan nanti dari Pemkab. Yang jelas pihak Pemkab berupaya menyelesaikan lantai V IGD ini. Tentu salah satunya dengan efesiensi anggaran agar bisa dialokasikan ke sana. (Her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO