spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANGuru Didorong Berinovasi Bentuk Kecintaan Siswa terhadap Nilai Religius

Guru Didorong Berinovasi Bentuk Kecintaan Siswa terhadap Nilai Religius

Mataram (Suara NTB) –  MTs Negeri 2 Mataram mengadakan workshop bertajuk Deep Learning: Ikhtiar Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Rabu, 13 Agustus 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru sebagai bentuk penguatan kapasitas pendidik dalam mengoptimalkan pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan.

Workshop dibuka secara resmi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, H. Hamdun, S.Ag., M.Hi., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi pembelajaran yang tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga membentuk karakter dan kecintaan peserta didik terhadap nilai-nilai religius atau cinta kepada tuhannya.

Turut hadir Kasman, S.Pd., M.Pd., selaku pengawas pembina MTsN 2 Mataram sekaligus pemateri tentang implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.

Ia menjelaskan bahwa KBC hadir sebagai pelengkap Kurikulum Merdeka dengan lima pilar utama, yakni cinta Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, serta cinta tanah air.

Selain itu, Yulia Hidayati, S.Pd., M.E., dari Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTB juga memberikan materi terkait penerapan Deep Learning. Ia memaparkan bagaimana pendekatan ini dapat mewujudkan pembelajaran yang mindful learning (berkesadaran), meaningful learning (bermakna), dan joyful learning (menyenangkan) sehingga siswa lebih terlibat secara aktif dan emosional dalam proses belajar.

Kepala MTsN 2 Mataram, Sumber Hadi, S.Ag., M.Ag., dalam kesempatan tersebut, menyampaikan harapannya agar seluruh guru dapat menerapkan hasil workshop ini di kelas masing-masing, sehingga visi madrasah yang mewujudkan siswa yang Islami, Prestasi, dan Mandiri dapat terwujud.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh tenaga pendidik di MTsN 2 Mataram mampu mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam proses belajar mengajar, sejalan dengan semangat kementerian agama yang melengkapi kurikulum merdeka yang berbasis cinta, memadukan kedalaman materi dengan nilai-nilai cinta kasih,” harap Sumber Hadi.

Di akhir pertemuan melalui sesi tanya jawab dan diskusi, peserta mengeksplorasi cara konkret menerapkan KBC dan Deep Learning di ruang kelas. (ron)

 

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO