Tanjung (Suara NTB) – Ketua DPRD Lombok Utara, Agus Jasmani, meminta kepada Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., untuk melakukan evaluasi kinerja kepada para pelaksana, khususnya jajaran Pokja yang mengelola konstruksi. Jajaran DPRD tidak ingin, alokasi anggaran yang sudah disetujui dengan Banggar tidak maksimal secara kualitas.
“Ada harga, ada kualitas. Pagu tiap anggaran yang sudah disetujui bersama, supaya betul-betul dilaksanakan sesuai spesifikasi dan kualitas yang sesuai,” kata Agus, Jumat, 15 Agustus 2025.
Ia menilai, pelaksanaan pemagaran Kantor DPRD yang menuai kritik publik merupakan potret kinerja pelaksanaan yang harus dievaluasi serius. OPD yang memberi kontrak pekerjaan kepada perencanaan, pelaksana dan pengawasan konstruks perlu untuk dinilai. Pasalnya, sejumlahpekerjaan tidak hanya memunculkan pengembalian kas ke negara akibat kekurangan volume tetapi juga menimbulkan pertanyaan masyarakat karena kurangnya pelaksanaan SOP.
“Contoh kecilnya, masih kita jumpai masyarakat yang bertanya kaitan dengan plang proyek. OPD harusnya jangan mengabaikan hak informasi perihal kegiatan yang berjalan,” tegasnya.
Lebih lanjut menurut Agus, pembangunan dari anggaran negara tidak sekadar rutinitas administratif, melainkan investasi jangka panjang. Setiap nilai yang keluar untuk pembangunan fisik dan non fisik, harusnya dapat dirasakan optimal oleh masyarakat.
“Kami di DPR menuntut kualitas, ketepatan waktu, dan manfaat jangka panjang. Apalagi kantor pemerintahan yang dibangun akan digunakan bertahun-tahun, jadi jangan asal buat, lalu serah terima begitu saja,” sambungnya.
Terhadap pengerjaan teknis konstruksi di lapangan, Ketua DPRD KLU menilai bahwa eksekutif lebih paham. Sehingga, selayaknya setiap pekerjaan memperhatikan standar teknis dan kualitas.
“Jangan sampai OPD dan kontraktor hanya sekadar menggugurkan kewajibannya dalam bekerja, jadi hal-hal seperti ini harus dievaluasi serius.”
“Insiden pembongkaran yang kemarin dilakukan DPRD, adalah pembuktian sampel. Dan ternyata dugaan kota terbukti kalau pembesiannya tidak menyatu,” tandas Agus. (ari)



