spot_img
Kamis, Februari 26, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEPeringati HUT Ke-80 RI, Kediri Kampanyekan Hak Perempuan-Anak dan Perangi Narkoba Melalui...

Peringati HUT Ke-80 RI, Kediri Kampanyekan Hak Perempuan-Anak dan Perangi Narkoba Melalui Gerak Jalan Pawai Alegoris

Giri Menang (Suara NTB) – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Kediri, Lombok Barat berkolaborasi menggelar acara akbar Gerak Jalan dan Pawai Alegoris. Kegiatan ini bukan hanya sekadar perayaan, melainkan upaya untuk menyuarakan isu-isu krusial yang relevan dengan kemajuan bangsa, yakni perjuangan membela hak anak dan perempuan, serta perang melawan narkoba.

Inisiatif ini merupakan hasil kerja sama antara panitia pelaksana, pihak Kecamatan dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB dan Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen berbagai pihak untuk tidak hanya merayakan hari kemerdekaan, tetapi juga mengisinya dengan pesan-pesan moral dan sosial yang kuat, demi mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan sehat.

Ketua Panitia Pelaksana, Syaifuddin menjelaskan bahwa acara ini dirancang untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat. “Rangkaian HUT ke-80 RI ini, kami mengadakan Gerak Jalan dan Pawai Alegoris. Ini merupakan kerja sama dengan Baznas dan BNN NTB,” ujarnya.

Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini sangat beragam, mencerminkan semangat kebersamaan. Mereka terdiri dari pelajar dari berbagai tingkatan, anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), kader Posyandu, hingga anggota Karang Taruna dari seluruh kecamatan Kediri. Jumlah peserta yang mencapai 500 orang menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat untuk ikut serta dalam perayaan kemerdekaan dengan cara yang bermakna.

Yang menarik dari perayaan ini adalah tema yang diusung: “Perjuangan Membela Hak Anak, Perempuan, dan Perangi Narkoba.” Tema ini dipilih secara cermat untuk mengangkat isu-isu yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi bangsa, sekaligus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan perubahan. Pawai alegoris akan menampilkan berbagai visualisasi dan pesan yang berkaitan dengan tema tersebut, menjadikannya tontonan yang edukatif dan inspiratif.

Membela Hak Anak dan Perempuan : Pilar Masa Depan Bangsa

Isu hak anak dan perempuan menjadi fokus utama dalam perayaan kemerdekaan kali ini. Meskipun Indonesia telah merdeka selama 80 tahun, perjuangan untuk memastikan hak-hak dasar anak dan perempuan terpenuhi masih terus berjalan. Perkawinan anak, kekerasan dalam rumah tangga, diskriminasi gender, dan akses pendidikan yang belum merata adalah beberapa tantangan yang perlu terus diperangi.

Melalui pawai alegoris ini, peserta akan menyuarakan pentingnya perlindungan anak dari eksploitasi dan kekerasan, serta mendorong kesetaraan gender agar perempuan dapat berpartisipasi penuh dalam pembangunan bangsa. Pesan-pesan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa kemerdekaan sejati tercapai ketika setiap individu, tanpa terkecuali, mendapatkan hak-haknya secara adil.

Perang Melawan Narkoba: Ancaman Serius bagi Generasi Penerus

Selain itu, tema “Perangi Narkoba” juga menjadi poin penting yang diangkat. Narkoba adalah musuh bersama yang merusak masa depan generasi muda dan mengancam stabilitas sosial. Keterlibatan BNN NTB dalam acara ini menegaskan komitmen serius untuk terus memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Pawai ini akan menjadi media efektif untuk menyebarkan informasi tentang bahaya narkoba dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah penyebarannya. Edukasi sejak dini sangat penting agar generasi muda terhindar dari jerat narkoba. Melalui pawai alegoris, pesan-pesan antinarkoba akan disampaikan secara kreatif dan mudah dipahami, terutama oleh kalangan pelajar yang rentan terhadap ancaman ini.

Semangat Kolaborasi untuk Kemerdekaan yang Bermakna

Kolaborasi antara panitia, Baznas NTB, dan BNN NTB dalam penyelenggaraan acara ini patut diapresiasi. Baznas sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, berperan dalam mendukung aspek kesejahteraan sosial. Sementara BNN NTB membawa misi pencegahan dan pemberantasan narkoba. Sinergi ini menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan bukan hanya tentang euforia, tetapi juga tentang kontribusi nyata untuk kebaikan bersama.

Acara Gerak Jalan dan Pawai Alegoris ini diharapkan dapat menjadi momentum yang kuat untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, kepedulian sosial, dan kesadaran akan pentingnya menjaga hak-hak dasar manusia. Dengan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak, Kecamatan Kediri siap merayakan HUT RI ke-80 dengan pesan yang mendalam dan relevan, menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengisi kemerdekaan dengan karya-karya positif.

Sementara itu, Camat Kediri H. Iswarta Mahmuluddin menyampaikan bahwa kegiatan pawai di samping membangun nasionalisme di masyarakat, pihaknya juga menyisipkan pesan khusus kepada warga terkait perlindungan anak dan perempuan serta kampanye anti-narkoba. Kampanye perlindungan anak, disosialisasikan pada masyarakat terkait anti bulying, ramah anak, perdagangan anak dan pencegahan pernikahan bawah usia.

Sedangan perlindungan perempuan lanjut dia, terkait setop kekerasan terhadap perempuan. Kampanye dilakukan selain sosialisasi melalui player, spanduk dan lainnya, ditanamkan melalui event, artinya setiap peserta pawai membuat tulisan yang bisa dibaca oleh warga lainnya yang bertemakan perang melawan narkoba.
Kenapa narkoba? Karena narkoba merupakan bahaya laten bagi setiap generasi yang wajib diwaspadai peredarannya.

“Kediri masuk zona kuning (menurut BNN provinsi NTB), artinya tidak terlalu tinggi. Tapi kami wajib antisipasi atau lakukan mitigasi,”imbuhnya. (her)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO