spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURDikes Lotim Cegah AKI dan AKB Sejak Dini Lewat Aksi Gizi di...

Dikes Lotim Cegah AKI dan AKB Sejak Dini Lewat Aksi Gizi di Sekolah

Selong (Suara NTB) – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus mencoba untuk mencegah munculnya kasus Angka Kematian Ibu (AKB) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Salah satu cara strategis yang dilakukan adalah menggelar aksi gizi di sekolah. Langkah ini dinilai sebagai salah satu langkah awal mencegah kasus AKI dan AKB sejak dini. Hal ini seperti dilakukan di SMPN 1 Labuhan Haji, Sabtu , 16 Agustus  2025.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Dikes Lotim, Lalu Bagus Wikrama menjelaskan kasus anemia di Lotim sangat tinggi. Angkanya mencapai 22 persen. Anak-anak remaja, khususnya remaja putri banyak mengalami kekurangan zat besi. Karena itulah, digelar aksi gizi dengan memberikan tablet fe atau penambah darah ini dengan harapan bisa mengurangi kasus anemia.

Mamiq Bagus, sapaan akrab Sekdis Dikes Lotim ini menegaskan, kegiatan aksi gizi di satuan pendidikan sangat penting. Harapannya, para siswa, khusunya remaja putri yang bakal menjadi calon ibu ini menjaga kesehatannya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dikes Lotim, Hj. Nurhidayati menjelaskan pemberian tablet tambah darah ini sangat penting untuk menjaga kesehatan. Dimana, zat besi yang cukup akan membuat anak-anak sehat dan memiliki daya tahan tubuh lebih kuat.

Ketika dalam proses belajar di kelas, akan lebih mudah menangkap pelajaran. Pastinya anak-anak didik lebih cerdas serta akan tumbuh dengan sehat.

Tujuan jangka panjangnya adalah agar anak-anak calon ibu ini tidak mengalami anemia. Generasi-generasi penerus bangsa ini dihadapkan menjadi generasi yang hebat dan kuat. Melahirkan anak yang cerdas dan hebat juga.

Anak-anak yang dilahirkan tidak mengalami stunting. Penelitian menyebutkan, anak-anak stunting ini lahir dari hasil nikah dini. Kondisi kesehatan anak yang tidak stabil. Melalui upaya pengurangan kasus anemia ini, masyakarat Lotim menjadi sehat dan kuat.

Mengingat tingginya kasus anemia ini, Istri Sekretaris Daerah Lotim ini meminta agar dilakukan pengawasan ketat dalam pemberian tablet fe. Jangan sampai begitu diberikan hanya dimasukkan ke dalam mulut lalu dibuang ketika tidak ada yang melihat. Karena itu, pemberian tablet ini harus terpantau. Tidak untuk dibawa pulang karena khawatir justru akan dibuang tidak diminum oleh para siswa.

Selanjutnya pada momentum aksi gizi, Dikes juga memberikan literasi tentang pentingnya menjaga kesehatan di usia remaja. Kegiatan aksi gizi ini juga dilakukan dengan melakukan skrining kesehatan. Serta ada kegiatan  pemeriksaan kesehatan mata secara gratis

Sementara Kepala SMPN 1 Labuhan Haji, Ahmad Mutaqin menuturkan pihak sekolah telah menjalin kerja sama dengan puskesmas untuk memberikan penyuluhan kesehatan. Ada kegiatan pemberian tablet fe setiap pekan.

Tim medis Puskesmas Labuhan Haji datang sekali dalam sepekan memberikan tablet tambah darah tersebut kepada siswa. Kegiatan dilakukan usai senam pagi di sekolah. (rus,)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO