Mataram (Suara NTB) – Suasana Gedung Layanan Perpustakaan Provinsi NTB pada Selasa, 19 Agustus 2025, tampak lebih semarak dari biasanya. Puluhan peserta muda yang berhasil lolos seleksi Lomba Konten Video Literasi 2025 berkumpul untuk mengikuti sesi pembekalan yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB melalui Bidang Pembinaan dan Pengembangan.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Pelayanan, Ns. Hj. Lesti Sariyuni, S.Kep., M.Kes., yang hadir mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Dr. H. Ashari, S.H., M.H. Turut hadir Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan, Ibrahim Kurniawan, serta dua narasumber inspiratif, Ziadah Ziad dan June Thio, yang membagikan pengalaman mereka di bidang produksi konten kreatif.

Dalam sambutannya, Hj. Lesti Sariyuni menyampaikan apresiasi mendalam kepada para peserta yang berhasil lolos tahap seleksi. Menurutnya, antusiasme masyarakat mengikuti lomba tahun ini sangat tinggi, dengan banyak karya yang dikirimkan dari berbagai daerah di NTB. Namun, hanya sebagian yang bisa terpilih.
“Peserta yang hadir hari ini adalah peserta terbaik. Banyak karya yang masuk, tetapi belum semuanya bisa lolos. Yang tidak terpilih harap bersabar, mudah-mudahan masih ada kesempatan pada periode berikutnya,” ujarnya memberi semangat.
Lebih jauh, ia mengingatkan para peserta untuk benar-benar memanfaatkan momen pembekalan ini sebagai ruang belajar. Ia mengibaratkan peserta perlu ‘mengosongkan gelas’ agar bisa menyerap ilmu baru dari para narasumber.
“Jangan merasa sudah tahu, karena setiap ilmu baru pasti akan memperkaya pengalaman. Kosongkan gelas untuk belajar bagaimana membuat konten video literasi,” pesannya.
Selain menekankan pentingnya keterampilan teknis, Hj. Lesti juga menyoroti aspek substansi dalam pembuatan konten. Menurutnya, video literasi bukan sekadar karya visual, melainkan sarana edukasi yang harus memperhatikan kondisi nyata di lapangan. Peserta diharapkan mampu menggali informasi, membaca literatur, serta menyajikan konten yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga sarat makna dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sesi pembekalan ini menghadirkan materi tentang teknik produksi konten, pemilihan tema, hingga strategi membangun narasi yang kuat dalam video literasi. Narasumber Ziadah Ziad dan June Thio menekankan bahwa di era digital, literasi tidak lagi terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kecakapan digital dan kemampuan menyaring informasi.
Bagi para peserta, kesempatan ini menjadi wadah berharga untuk memperluas wawasan. “Saya senang sekali bisa ikut pembekalan ini. Banyak ilmu baru yang saya dapat untuk memperbaiki konten yang saya buat,” ujar salah seorang peserta usai sesi diskusi.
Melalui lomba ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB berharap lahir generasi muda yang kreatif, kritis, dan mampu menghadirkan karya literasi digital yang relevan dengan perkembangan zaman. Lebih dari sekadar lomba, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat, sekaligus mendukung program nasional dalam meningkatkan minat baca dan kecakapan literasi masyarakat Indonesia.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB H. Ashari, minat generasi muda mengikuti Lomba Video Konten Literasi 2025 cukup tinggi.
Dari data yang sudah ada sebanyak 130 peserta yang mendaftar.
“Ini menunjukkan bahwa literasi bukan hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat kita,” ujarnya.
Namun, setelah melalui proses seleksi oleh dewan juri, terpilih 50 peserta terbaik yang siap melangkah ke tahap berikutnya.
Sebagai bentuk pembekalan, tambahnya , para peserta terpilih mengikuti coaching clinic bersama narasumber profesional pada Selasa, 19 Agustus 2025 pukul 08.00 WITA hingga selesai, bertempat di Gedung Pelayanan Perpustakaan NTB, Jalan Pemuda Nomor 63 Mataram.
Ashari menambahkan, bagi peserta yang belum berhasil lolos, tetap ada kesempatan di masa mendatang. “Tetap semangat bagi yang belum lolos tahun ini, karena kesempatan akan selalu ada di masa depan. Bagi yang lolos, mari siapkan diri untuk belajar bersama narasumber profesional,” pesannya.
Melalui lomba ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB berharap lahir lebih banyak konten kreatif yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menggerakkan budaya literasi di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. (ham)



