spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaBIMAKondisi SDN Doro O’o Bima Memprihatinkan, Plafon Bolong hingga Atap Bocor

Kondisi SDN Doro O’o Bima Memprihatinkan, Plafon Bolong hingga Atap Bocor

Bima (suarantb.com) – Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Doro O’o, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, memprihatinkan. Beberapa ruang kelas rusak dan kurang layak digunakan.

Kepala Sekolah SDN Doro O’o, Dirman, S.Pd., menuturkan sejumlah kelas mengalami kerusakan pada bagian plafon dan atap, bahkan ada ruang kelas yang belum dikeramik.

“Kondisi ruangan kelas memang plafonnya bolong. Selain itu atapnya juga bocor. Kemudian ada dua kelas juga yang belum dikeramik,” ujarnya, Selasa, 19 Agustus 2025.

Menurutnya, beberapa tahun lalu sempat dilakukan perbaikan ringan melalui proyek. Namun, hasilnya tidak bertahan lama. Kini sejumlah ruangan kembali rusak.

“Rehab ringan memang pernah dilakukan beberapa tahun yang lalu. Tapi sekarang kondisinya rusak lagi,” tambahnya.

Keterbatasan Ruang Belajar

Selain kerusakan fisik bangunan, sekolah ini juga masih menghadapi persoalan serius keterbatasan ruang belajar. Jumlah siswa lebih dari 100 orang, sedangkan ruang kelas yang tersedia hanya lima.

“Jumlah total siswa kita seratusan lebih. Ruang kelasnya ada lima, sedangkan rombelnya (rombongan belajar) ada tujuh,” jelas Dirman.

Kondisi paling mendesak dialami kelas II. Jumlah siswa di kelas tersebut mencapai lebih dari 60 orang, sehingga harus dibagi menjadi dua rombel. Karena kekurangan ruang, sempat muncul rencana agar salah satu rombel masuk siang.

“Rencananya satu rombel dari kelas II itu mau disuruh masuk siang, karena keterbatasan ruang kelas. Tapi jadinya (tetap) satu rombel, dan saya suruh masuk pagi (semua). Itupun karena kekurangan ruangan, kursi dan meja, ada yang duduk di lantai,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kekurangan, komite sekolah mengambil inisiatif membangun ruang darurat menampung murid baru kelas I tahun ajaran 2025/2026. Namun, langkah itu belum cukup menutupi kebutuhan.

Dirman menambahkan, pihaknya sudah berupaya mengajukan usulan rehabilitasi dan revitalisasi sejak 2024. Namun hingga pertengahan 2025, belum ada kejelasan kapan akan direalisasikan.

“Sebetulnya sudah dua kali saya minta adanya rehab atau revitalisasi. Hanya saja saya diminta perbaiki dulu data. Karena saya tidak bisa pegang laptop, akhirnya saya minta ke operator sekolah sesuai permintaan pihak dinas. Setelah kita usulkan itu tahun 2024 kemarin, masih belum ada kejelasan,” tutupnya. (hir)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO