Selong (Suara NTB) – Peringatan Hari Ulang Tahun RI ke 80 pada hari Minggu (17/8) lalu di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) berlangsung penuh semarak dan semangat. Proses apel pengibaran bendera merah putih berlangsung lancar di halaman kantor Bupati.
Bupati Lotim H. Haerul Warisin menyatakan melalui peringatan bersejarah ini hendaknya bisa dijadikan momentum untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Aspek keamanan dan kenyamanan bernegara, khususnya di wilayah hukum Lotim dalat tercipta dengan baik.
Pada momentum HUT RI ini juga Bupati berpesan tingkatkan disiplin dan kinerja semua aparatur negara. Berikan pelayanan terbaik kepada masyakarat.
Pada momentum peringatan HUT RI ke 80 ini dirangkai dengan beberapa kegiatan. Mulai dari malam perenungan menjelang detik-detik pergantian waktu malam hari menuju hari Kemerdekaan, 17 Agustus.
Usai pengibaran bendera sang merah putih, Bupati menyerahkan SK remisi kepada warga binaan Lapas Selong. Menyerahkan santunan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), meneken kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsotek) yang dilanjutkan dengan penyerahan klaim santunan kepada ahli waris. Total klaim mencapai Rp 604 juta kepada 10 ahli waris.
2.500 Marbot dan Guru Ngaji Jadi Peserta BPJamsostek
Adapun yang diteken Bupati dengan Kepala Cabang BPJamsostek Cabang Lotim Muhammad Yohan Firmansyah adalah rencana pemberian dana stimulan iuran kepesertaan kepada 2.500 Marbot dan Guru Ngaji. Momentum hari kemerdekaan ini dipilih Bupati untuk berbagi kebahagiaan kepada para marbot dan guru ngaji.
Hadiah kepada guru ngaji dan marbot itu diberikan Bupati karena para marbot dan guru ngaji perlu mendapatkan kebahagiaan dengan memberikannya perlindungan jaminan sosial.
Bupati H. Iron menegaskan iuran BPJamsotek ribuan marbot dan guru ngaji ini akan ditanggung oleh Pemkab Lotim. Rencananya iuran dari Pemkab Lotim ini ditanggung sementara beberapa bulan. Setelah itu diharapkan dapat dilanjutkan kembali oleh marbot dan guru ngaji tersebut.
Pemberian stimulan iuran kepesertaan BPJamsotek itu kata H. Iron sebagai edukasi juga kepada masyarakat. Menjadi peserta BPJamsotek sangat berat manfaatnya. Sebagai contoh, ada ahli waris mendapatkan Rp 169 juta. Terakumulasi di dalamnya beasiswa. Meninggal dapat Rp 42 juta. “Siapa uang mau ngasih uang segitu,” kata Bupati.
Selain marbot dan guru ngaji, Pemkab Lotim juga akan memberikan stimulan iuran Kepesertaan BPJamsotek kepada honorer yang belum dapat, petani, dan pekerja rentan lainnya. Saat ini, Pemkab Lotim tengah menghitung besaran kebutuhan dana yang akan digunakan menanggung iuran tersebut.
Agar jumlah kepesertaan bisa lebih banyak. Bupati fedua mendorong untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Sumber pendapatan asli daerah itu ditegaskan tidak boleh bocor.
Lotim Dapat Penghargaan Panitrana Terbaik se NTB
Apa yang dilakukan Bupati Lotim, H. Haerul Warisin dan Wakil Bupati Lotim H. Edwin Hadiwijaya dalam bidang ketenagakerjaan ini mengantarkan Lotim sebagai daerah terbaik di NTB bidang ketenagakerjaan. Lotim meraih Panitrana Award, sebagai daerah juara I se provinsi NTB. Bupati menegaskan penghargaan itu dalam waktu dekat akan diberikan langsung oleh Gubernur NTB.
Kata Bupati, penghargaan tingkat NTB itu belum memuaskan. Lotim siap akan melaju ke tingkat nasional. Penghargaan ini kata Bupati sebagai semangat untuk terus menjadi daerah terbaik dalam memberikan perlindungan kepada warga dalam bidang ketenagakerjaan.
Kepala BPJamsostek Lotim, M. Yohan Firmansyah menjelaskan Lotim memang akan mendapatkan penghargaan Panitrana. Paritrana Award adalah penghargaan yang diberikan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Penghargaan kepada pemerintah daerah Kabupaten Lotim karena telah memenuhi kriteria sebagai daerah terbaik se NTB. “Lotim akan dapat kabar bahagia nanti,” ucapnya.
Penghargaan ini bertujuan untuk mendorong terwujudnya cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang menyeluruh (universal coverage) bagi seluruh pekerja.
Penghargaan tingkat NTB ini diberikan kepada Kabupaten Lotim rencana bulan September 2025 mendatang. Salah satu parameter utama daerah bisa dapat Panitrana Award ini adalah keberpihakan Pemkab Lotim terhadap jaminan sosial Ketenagakerjaan. Jumlah kepesertaan serta regulasi yang telah di buat oleh pemerintah daerah Kabupaten Lotim. (rus/*)


