spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEDinas Perpustakaan dan Kearsipan Gelar Pembekalan pada Peserta Lomba Konten Video Literasi

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gelar Pembekalan pada Peserta Lomba Konten Video Literasi

Mataram (Suara NTB) – Suasana Gedung Layanan Perpustakaan Provinsi NTB pada Selasa, 19 Agustus 2025, tampak lebih semarak dari biasanya. Puluhan peserta muda yang berhasil lolos seleksi Lomba Konten Video Literasi 2025 berkumpul untuk mengikuti sesi pembekalan yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB melalui Bidang Pembinaan dan Pengembangan.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Pelayanan, Ns. Hj. Lesti Sariyuni, S.Kep., M.Kes., yang hadir mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Dr. H. Ashari, S.H., M.H. Turut hadir Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan, Ibrahim Kurniawan, serta dua narasumber inspiratif, Ziadah Ziad, June Thio dan Ingga Suwadana (Debucung), konten kreator, yang membagikan pengalaman mereka di bidang produksi konten kreatif.

Kepala Bidang Pelayanan Hj. Lesti Sariyuni saat memberikan sambutan pada pembukaan Pembekalan Lomba Konten Video Literasi di Gedung Layanan Perpustakaan, Selasa, 19 Agustus 2025. (Suara NTB/ham)

Dalam sambutannya, Hj. Lesti Sariyuni menyampaikan apresiasi mendalam kepada para peserta yang berhasil lolos tahap seleksi. Menurutnya, antusiasme masyarakat mengikuti lomba tahun ini sangat tinggi, dengan banyak karya yang dikirimkan dari berbagai daerah di NTB. Namun, hanya sebagian yang bisa terpilih.

“Peserta yang hadir hari ini adalah peserta terbaik. Banyak karya yang masuk, tetapi belum semuanya bisa lolos. Yang tidak terpilih harap bersabar, mudah-mudahan masih ada kesempatan pada periode berikutnya,” ujarnya memberi semangat.

Sebanyak 130 peserta yang mendaftar. Namun, dari jumlah ini 50 peserta yang terpilih mengikuti pembekalan. Setelah itu akan dilakukan seleksi menjadi 10 video konten literasi sebagai juara.

Lebih jauh, ia mengingatkan para peserta untuk benar-benar memanfaatkan momen pembekalan ini sebagai ruang belajar. Ia mengibaratkan peserta perlu ‘mengosongkan gelas’ agar bisa menyerap ilmu baru dari para narasumber.

“Jangan merasa sudah tahu, karena setiap ilmu baru pasti akan memperkaya pengalaman. Kosongkan gelas untuk belajar bagaimana membuat konten video literasi,” pesannya.

Selain menekankan pentingnya keterampilan teknis, Hj. Lesti juga menyoroti aspek substansi dalam pembuatan konten. Menurutnya, video literasi bukan sekadar karya visual, melainkan sarana edukasi yang harus memperhatikan kondisi nyata di lapangan. Peserta diharapkan mampu menggali informasi, membaca literatur, serta menyajikan konten yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga sarat makna dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sesi pembekalan ini menghadirkan materi tentang teknik produksi konten, pemilihan tema, hingga strategi membangun narasi yang kuat dalam video literasi. Narasumber Ziadah Ziad, June Thio dan Ingga Suwadana menekankan bahwa di era digital, literasi tidak lagi terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kecakapan digital dan kemampuan menyaring informasi.

Bagi para peserta, kesempatan ini menjadi wadah berharga untuk memperluas wawasan. “Saya senang sekali bisa ikut pembekalan ini. Banyak ilmu baru yang saya dapat untuk memperbaiki konten yang saya buat,” ujar salah seorang peserta usai sesi diskusi.

Melalui lomba ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB berharap lahir generasi muda yang kreatif, kritis, dan mampu menghadirkan karya literasi digital yang relevan dengan perkembangan zaman. Lebih dari sekadar lomba, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat, sekaligus mendukung program nasional dalam meningkatkan minat baca dan kecakapan literasi masyarakat Indonesia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB H. Ashari, minat generasi muda mengikuti Lomba Video Konten Literasi 2025 cukup tinggi.  Dari data yang sudah ada sebanyak 130 peserta yang mendaftar.

Hal ini, ujarnya, menunjukkan bahwa literasi bukan hanya menjadi kebutuhan. ‘’Tetapi juga telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat kita,” ujarnya.

Menurutnya, literasi tidak hanya membaca buku, tetapi juga kemampuan mengolah, mengkritisi, dan menyebarkan informasi positif. Konten video menjadi media efektif untuk menyebarkan semangat literasi kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Pada peserta diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan pembekalan ini untuk menambah pengetahuan teknis dan kreativitas. Selain itu, menghasilkan konten yang inspiratif, edukatif, dan menghibur. ‘’ Jaga etika digital dengan mengindari hoaks, ujaran kebencian, dan konten yang merugikan,’’ tambahnya.

Pihaknya mengharapkan melalui lomba ini, lahir duta-duta literasi digital yang mampu memajukan budaya membaca dan menulis di NTB/Indonesia. Selain itu, melalui knten video literasi dapat menjadi sarana promosi perpustakaan sebagai pusat pengetahuan dan kreativitas. (ham)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO