Mataram (Suara NTB) – Tim Universitas Mataram (Unram) yang dipimpin oleh Natalia, mahasiswa semester 5 pada Program Studi Ilmu Hukum FHISIP Unram, kembali meraih prestasi gemilang. Kali ini, Natalia menggandeng Ikas Juwita dari Program Studi Akuntansi dan Maswana dari Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai anggota tim.
Melalui gagasan tentang “Optimalisasi Kebijakan Pangan Untuk Peningkatan Hasil Produksi Regional”, tim yang bernama Siapkan Koper ini berhasil meraih Bronze Medal untuk kategori Best Content dalam kompetisi esai nasional, Idea Fest 3. Kompetisi ini merupakan kompetisi skala nasional yang diikuti 312 mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia, yang berlangsung di Malang, pada 26-27 Juli 2025.
Tim Siapkan Koper membawakan esai dengan subtema Pangan. Esai tersebut berjudul Petapangan: Peran Kesadaran Petani dalam Optimalisasi Kebijakan Pangan untuk Peningkatan Hasil Produksi Regional dengan gagasan mengenai program “Agro-societech Emprowerment (ASE)” sebagai pendekatan intervensi berbasis sistem sosial-teknologi yang menyatukan inovasi agrikultur modern dengan pemberdayaan komunitas petani secara partisipatif.
Menurut Natalia, pelaksanaan ASE menggunakan pendekatan bertahap yang melibatkan identifikasi kebutuhan lokal, pelatihan berbasis partisipatif, pembangunan infrastruktur teknologi di tingkat komunitas, serta monitoring dan evaluasi berbasis indikator keberhasilan yang terukur seperti peningkatan produktivitas, adopsi teknologi, dan keterlibatan petani dalam forum perencanaan pembangunan desa. Dengan strategi ini, ASE tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan produksi pangan, tetapi juga mendorong transformasi kelembagaan desa agar lebih adaptif terhadap krisis pangan dan perubahan iklim.
Natalia berharap bahwa prestasi ini bisa menjadi pemantik bagi mahasiswa FHISIP lainnya yang ingin memperkaya pengalaman dan prestasinya.
“Setiap hasil punya titik awalnya sendiri, semoga langkah ini membuka jalan bagi langkah-langkah baru yang lebih berani dan penuh makna dari anak anak FHISIP ke depannya,” tutup Natalia. (ron)


