PERMASALAHAN sampah di Kota Mataram belum tuntas. Sampah masih menumpuk di tempat pembuangan sementara (TPS) Sandubaya. Kerusakan alat berat disinyalir menjadi pemicu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi menjelaskan, tumpukan sampah di TPS Sandubaya merupakan sisa dari sampah yang belum terangkut ke Tempat Pengolahan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongo, di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.
Tumpukan sampah ini disebabkan alat berat rusak, sehingga tidak memungkinkan diangkut secara manual. “Itu sisa sampah sebelumnya,” kata Denny ditemui pada, Selasa, 19 Agustus 2025.
Alat berat kata Denny, sedang diperbaiki dan diperkirakan pekan ini tuntas. Proses pengerjaannya lama karena onderdilnya harus dipesan di Jakarta. “Onderdilnya tidak ada di sini. Terpaksa kita harus pesan dari luar,” jawabnya.
Ia menyebutkan volume sampah di TPS Sandubaya diperkirakan mencapai 20 ton. Saat ini, pihaknya juga sedang membenahi jalan masuk ke TPS Sandubaya untuk dibuat incinerator.
Apakah tumpukan sampah ini juga dipengaruhi akibat tidak maksimalnya lahan di TPAR Kebon Kongo. Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram menegaskan, akses jalan menuju TPAR Kebon Kongo di Desa Suka Makmur sempat ditutup karena ada acara. Kendaran pengangkut sampah harus mutar, sehingga ritasi semestinya tiga kali perhari berkurang menjadi dua kali. “Warga menutup akses jalan ke sana karena ada acara. Terpaksa mobil pengangkut sampah harus muter jauh lagi,” pungkasnya.
Tumpukan sampah di TPS Sandubaya dipastikan segera dituntaskan pasca alat berat selesai diperbaiki. (cem)


