Bima (suarantb.com) – Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2025 di Kabupaten Bima masih menghadapi tantangan. Sejumlah sekolah di wilayah pelosok belum sepenuhnya terjangkau jaringan internet yang stabil.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima, Faturrahman, menjelaskan bahwa sekolah-sekolah yang sulit mengakses jaringan diarahkan melaksanakan ANBK di sekolah terdekat yang memiliki fasilitas lebih lengkap.
“Kalau pelaksanaannya, untuk sekolah-sekolah yang memang masih kesulitan dengan sinyal, kami arahkan untuk melakukan ANBK di sekolah terdekat yang memadai kondisi sinyal dan sarana prasarana lain yang menunjang,” jelasnya, Rabu (20/8/2025).
Menurutnya, wilayah yang paling sering terkendala jaringan berada di daerah terpencil. “Daerah yang memiliki masalah dengan sinyal ini memang yang terletak di pelosok atau pedalaman (di wilayah Kabupaten Bima). Seperti di beberapa desa di Langgudu, Tambora, dan beberapa desa yang memang berada di pelosok-pelosok,” tambahnya.
Selain jaringan internet, ketersediaan perangkat komputer juga menjadi kendala lain. Tidak semua sekolah di Kabupaten Bima memiliki laptop atau komputer yang cukup untuk melaksanakan asesmen nasional tersebut.
“Untuk prasarana seperti laptop atau komputer, di wilayah Kabupaten Bima memang belum semua sekolah memiliki. Mereka (sekolah) saling back up satu sama lain,” ungkap Faturrahman.
Semua Sekolah Berpartisipasi Ikut ANBK di Bima
Meski menghadapi kendala teknis, Dinas Dikbudpora memastikan semua sekolah di Bima tetap berpartisipasi mengikuti ANBK. Sekolah-sekolah di wilayah yang akses internetnya stabil bisa melaksanakan ANBK sesuai jadwal. Sementara sekolah di pelosok menjalankan asesmen dengan dukungan sekolah induk yang pihaknya tunjuk.
Sesuai surat edaran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, jadwal ANBK 2025 terbagi dalam beberapa tahapan, mulai dari simulasi, gladi bersih, hingga pelaksanaan utama. Gladi bersih untuk jenjang SMP/MTs berlangsung pada 18 hingga 21 Agustus 2025. Selanjutnya, gladi bersih untuk SD/MI tahap I pada 8 hingga 11 September 2025 dan tahap II pada 15 hingga18 September 2025.
Untuk pelaksanaan utama, ANBK tingkat SMP/MTs berlangsung pada 25 hingga 28 Agustus 2025. Sedangkan tingkat SD/MI pada 22 hingga 25 September untuk tahap I, serta 29 September hingga 2 Oktober 2025 untuk tahap II.
ANBK tidak hanya menguji literasi membaca dan numerasi, tetapi juga menilai karakter dan lingkungan belajar. Karena itu, Faturrahman menekankan pentingnya partisipasi seluruh sekolah. “ANBK ini agenda nasional. Kami harus pastikan semua sekolah ikut, meskipun pelaksanaannya berbeda sesuai kondisi lapangan,” tutupnya. (hir)


