spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEDisusun, Rencana Kontingensi Khusus untuk Antisipasi Kecelakaan di Gunung Rinjani

Disusun, Rencana Kontingensi Khusus untuk Antisipasi Kecelakaan di Gunung Rinjani

Selong (Suara NTB) – Pascasejumlah insiden, termasuk jatuhnya wisatawan asing beberapa waktu lalu, berbagai pemangku kepentingan bersinergi menyusun sebuah rencana kontingensi khusus untuk menangani kecelakaan dan musibah di Gunung Rinjani. Penyusunan rencana ini merupakan langkah proaktif untuk meminimalisir risiko dan meningkatkan keselamatan para pendaki.

Kegiatan penyusunan yang digelar di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu, 20 Agustus 2025, secara resmi dibuka oleh Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas RI, Brigjen TNI (Mar) Edy Prakoso.

Dalam sambutannya, Edy menegaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya dilatarbelakangi oleh insiden tertentu, melainkan sebagai bentuk kesiapsiagaan menyeluruh.

Dia menyatakan, kegiatan penyusunan kontingensi  ini menjadi sarana dan media untuk konsolidasi serta memperkokoh kerja sama semua stakeholder. Salah satu tujuannya juga adalah untuk mewujudkan pencarian dan pertolongan yang cepat, tepat, dan terkoordinir sesuai slogan Basarnas.

Kepada seluruh anggota Basarnas diminta menanamkan jiwa SAR sebagai tanggung jawab bersama dan terus meningkatkan kapasitas serta koordinasi.

Sekda Lotim, H. M. Juaini Taofik mendikung penuh inisiatif tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan persiapan menghadapi skenario terburuk.

Mantan Penjabat Bupati Loti mini menegaskan, jika semua menginginkan yang terbaik. Guna mengantisipasi kemungkinan terjadi insiden Rinjani lagi, diperlukan kesiapsiagaan semua pihak. Menurut Sekda, penyusunan rencana kontingensi sangat penting.

Rencana kontingensi ini dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi antarinstansi dalam menangani kasus kecelakaan, seperti pendaki hilang atau terjatuh di lereng gunung berketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu. Rinjani sebagai destinasi pendakian populer memang kerap memunculkan insiden yang memerlukan penanganan cepat dan terpadu.

Adanya rencana kontingensi yang komprehensif hasil kolaborasi ini, penanganan insiden di Gunung Rinjani ke depannya diharapkan dapat dilakukan dengan lebih cepat, terpadu, dan efektif. Skema respons yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, BTNGR, dan pemangku kepentingan lain ini diyakini akan mampu menyelamatkan banyak wisatawan dari insiden yang membahayakan. (rus)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO