Mataram (Suara NTB) – Bawaslu NTB melakukan konsolidasi penguatan kelembagaan dengan mitra kerja yang melibatkan unsur organisasi kemahasiswaan, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), akademisi, serta berbagai unsur masyarakat yang menjadi mitra kerja Bawaslu pada 19–21 Agustus 2025.
Ketua Bawaslu NTB, Itratip dalam keterangannya menegaskan bahwa pentingnya kehadiran generasi muda dalam mengawal demokrasi. Ia menyoroti tantangan besar pemilu di Indonesia di masa depan yakni praktik politik uang yang masih marak terjadi.
“Money politic bukan persoalan kecil. Dewasa ini sebagian masyarakat kita bahkan sudah menganggapnya biasa. Padahal ini ancaman serius bagi demokrasi. Kehadiran anak-anak muda dalam forum ini diharapkan dapat menyalakan api literasi demokrasi dan menjadi fasilitator perubahan,” ujar Itratip.
Pada momen pemilu dan pilkada serentak tahun 2024 lalu, praktik politik uang cukup masif terjadi. Bahkan disebagian besar kalangan pemilih menganggap politik uang sangat wajar. Padahal efek politik uang tersebut sangat merusak demokrasi dan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Maka dari itu, Bawaslu NTB berharap dapat meneguhkan peran generasi muda dalam mengawal demokrasi. Tantangan besar seperti politik uang, rendahnya partisipasi pemilih, serta isu netralitas ASN hanya dapat dihadapi jika semua pihak berkolaborasi, terutama dari generasi muda yang belum terkontaminasi dengan praktik politik praktis.
“Demokrasi yang sehat hanya mungkin lahir dari masyarakat yang melek politik dan menolak praktik curang. Itulah sebabnya penguatan kelembagaan bersama mitra kerja, khususnya generasi muda, sangat penting bagi masa depan demokrasi kita,” katanya.
Ditegaskan Itratip bahwa generasi muda punya peranan penting dalam mewujudkan demokrasi yang substansial dan berkualitas karena umumnya mereka belum tercemari oleh intrik-intrik politik kotor.
“Karena anak-anak muda adalah tunas yang belum tercemari oleh intrik- politik kotor. Kami penyelenggara sadar pelaksanaan pemilu dan pilkada punya tantangan besar banyak persoalan yang butuh semua kita untuk berkontribusi di dalamnya,” pungkasnya. (ndi)


