spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TENGAHRendah, Kemampuan Literasi Siswa di Lombok Tengah

Rendah, Kemampuan Literasi Siswa di Lombok Tengah

Praya (suarantb.com) – Kemampuan literasi (membaca) siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tercatat masih rendah. Data terbaru menyebutkan ada sekitar 40 persen siswa SD di Loteng yang belum mencapai kompetensi minimum literasi.

Kondisi lebih parah terjadi di Madrasah Ibtidaqiyah (MI) dengan angka sekitar 65 persen. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup signifikan antara capaian literasi murid SD dan MI.

Menjawab kondisi tersebut, Pemkab Loteng kini tengah menyusun Peta Jalan Penguatan Literasi Dasar untuk lima tahun kedepan hingga 2029 mendatang. Guna menentukan langkah-langkah penguatan kemampuan literasi dasar yang lebih terencana, terukur, dan kolaboratif. Supaya penguatan literasi dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Dalam menyusun peta jalan penguatan literasi tersebut Pemkab Loteng mengandeng INOVASI – lembaga kemitraan Indonesia dan Australia untuk pendidikan dasar. Dan, saat ini proses penyusunan sudah masuk tahap konsultasi publik.

“Peta jalan ini dirancang sebagai acuan teknis dan operasional dalam lima tahun ke depan bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di daerah,” terang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Loteng Drs. H. Lalu Idham Khalid, M.Pd., pada Konsultasi Publik penyusunan Peta Jalan Penguatan Literasi Dasar Loteng, bertempat di ballroom kantor Bupati Loteng, Kamis (21/8/2025).

Peta jalan tersebut sebagai kerangka kerja yang mencakup peningkatan kualitas pembelajaran literasi di satuan pendidikan. Kemudian penguatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan. Termasuk langkah-langkah dorongan keterlibatan masyarakat dalam membangun budaya literasi serta penyiapan mekanisme monitoring dan evaluasi berbasis data.

Dengan begitu diharapkan pelaksanaan program nantinya bisa berjalan secara terukur dan berkelanjutan.

“Penyusunan peta jala ini sebagai bagian integral dari arah pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Loteng dan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Dikbud 2025–2029 yang selaras dengan visi pembangunan yakni Mewujudkan Loteng Masmirah (Maju, Sejahtera, Mandiri, Religius, Amanah, dan Harmonis),” tegasnya.

Tanggung Jawab Semua Pihak

Proses konsultasi publik sendiri penting sebagai bagian dari upaya pelibatan berbagai unsure. Sekaligus membangun komitmen bersama untuk menjadikan literasi dasar sebagai prioritas pembangunan daerah kedepanya. Melalui kerja sama semua pihak tersebut, Loteng bisa mewujudkan generasi yang literat, berdaya saing global dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Memperkuat literasi bukan hanya urusan sekolah atau madrasah. Tetapi juga tanggung jawab keluarga, komunitas, dunia usaha dan pemerintah. Maka kita mesti jadikan literasi sebagai gerakan bersama, gerakan gotong royong yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, drh. Tri Widiastuti, MA., menambahkan.

Ia pun mengajak seluruh OPD dan pemangku kepentingan di daerah ini untuk berkontribusi aktif dalam mendukung penguatan literasi. Melalui forum konsultasi publik tersebut pemerintah daerah berharap mendapat masukan konstruktif dari berbagai pemangku kepentingan. Supaya dokumen Peta Jalan Penguatan Literasi Dasar ini nantinya benar-benar kontekstual dan sesuai kebutuhan lapangan.

Pada akhirnya dapat menghasilkan kesepakatan bersama mengenai peran dan kontribusi masing-masing aktor. Mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, orang tua, hingga masyarakat secara luas. “Konsultasi publik menjadi momentum penting untuk membangun komitmen lintas sektor dalam mendukung literasi dasar,” pungkas Tri. (kir)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO