Mataram (Suara NTB) – Managemen Rumah Sakit H. M. Ruslan menaikan target pendapatan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan 2025. Badan Layanan Umum Daerah ini,menaikan target mencapai Rp226 miliar.
Direktur RS.H.M. Ruslan dr. Hj. Ni Ketut Eka Nurhayati memastikan adanya kenaikan target pendapatan dari rumah sakit dari sebelumnya Rp221 miliar menjadi Rp226 miliar pada anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan. Proyeksi ini dinaikan dengan asumsi jumlah pasien mengalami peningkatan serta penambahan layanan kesehatan. “Kalau kita tidak menaikan target nanti susah juga pada pengadaan obat-obatan dan lain sebagainya. Kebutuhan kita semakin meningkat,” terangnya dikonfirmasi pada, Kamis, 21 Agustus 2025.
Sumber pendapatan paling besar disampaikan Eka, dari pelayanan di poli maupun rawat inap. Selain itu, bertambahnya pelayanan khusus unit layanan bayi tabung juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan rumah sakit.
Ia menyebutkan satu pasien bayi tabung minimal membayar Rp70 juta. Pendapatan yang diperoleh selaras dengan biaya perawatan laboratorium, ruang operasi, dan lain sebagainya. “Bayi tabung saja satu kali mencapai Rp70 juta, tetapi kita juga butuh perawatan peralatan,” jelasnya.
Eka bersyukur tingkat kunjungan pasien di poli maupun instalasi gawat darurat terus mengalami peningkatan. Rata-rata kunjungan mencapai 1.000 pasien per hari.
Hal ini menjadi pertimbangan sehingga target pendapatan BLUD dinaikan pada APBD perubahan. “Kalau kami selalu hijau pendapatannya. Tahun lalu juga melampui target 100 persen,” demikian kata Eka. (cem)


