spot_img
Rabu, Februari 25, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TENGAHTunggu Alih Status Lahan

Tunggu Alih Status Lahan

PEMERINTAH Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sudah mengajukan usulan perubahan status lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang terletak di Desa Taman Indah Kecamatan Pringgarata ke Kementerian Pertanian.

Lahan itu saat ini masuk ke dalam Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan, Sehingga harus ada rekomendasi atau peralihan status lahan oleh pemerintah pusat, baru lahan tersebut bisa dijadikan lokasi pembangunan SR.

“Usulan sudah kita sampaikan ke pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk alih status lahannya,” sebut Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng H. Lalu Firman Wijaya, S.T.M.MT., kepada Suara NTB saat ditemui di kantornya, Jumat 22 Agustus 2025.

Pemkab Loteng sudah menetapkan lahan seluas sekitar 10 hektare tersebut sebagai lokasi pembangunan SR. Hal itu juga sudah disampaikan melalui proposal pembangunan SR yang diajukan sebelumnya. Tapi karena status lahannya masuk ke dalam kawasan lahan pertanian, maka harus dilakukan perubahan status lahan. Baru usulan pembangunan SR oleh Pemkab Loteng bisa diterima dan disetujui.

Itulah kenapa hingga saat ini pembangunan SR di Loteng belum dimulai, karena masih harus melengkapi satu persyaratan akhir yakni soal status lahan. “Jadi kita tunggu saja rekomendaai dari Kementerian Pertanian. Harapannya, rekomendasi bisa segera turun. Agar pelaksanaan pembangunan sekolah rakyat di Loteng bisa segera dimulai,” tegasnya.

Terkait kesiapan siswa yang akan bersekolah di SR itu nantinya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Loteng H. Masnun, mengatakan saat ini sedang dilakukan inventarisir. Di mana siswa SR itu diprioritaskan dari keluarga tidak mampu. Terutama dari keluarga yang masuk ketegori miskin ekstrem serta yatim piatu. Nantinya semua kebutuhan siswa SR akan disiapkan oleh pemerintah. Dari kebutuhan sekolah hingga kebutuhan sehari-hari selama menempuh pendidikan di SR.

“Konsep SR-kan boarding school. Jadi siswa akan diasramakan. Dengan semua kebutuhan sehari-hari disiapkan oleh pemerintah. Sehingga bisa mengurangi beban biaya keluarga kurang mampu tersebut,” sebutnya.

Untuk penerimaan siswa SR direncanakan akan dimulai pada tahun ajaran baru 2026 mendatang. Karena harus menunggu pembangunan sekolah serta asramanya selesai dilakukan terlebih dahulu. Sementara sampai sejauh ini rencana pembangunan masih belum bisa dimulai, karena masih menunggu kesiapan lahan untuk lokasi pembangunanya.

“Kalau lahan sebenarnya sudah siap. Tinggal menunggu alih status saja. Dari lahan pertanian ke lahan bukan pertanian. Sehingga bisa diperuntukan untuk kegiatan selain pertanian,” tandas mantan Camat Pringgarata ini. (kir)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO